SORONG– Bertajuk “Pengelolaan Pariwisata Yang Inklusif, Aman dan Berkualitas”, anggota Komisi VII DPR RI Dapil Papua Barat Daya, Dr Rico Sia, M.Si mendorong terciptanya Amenitas dan Aksebilitas Pariwisata melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Hotel Bellagri, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (29/4/2026).

Diikuti 70 Peserta, acara pembukaan Sosialisasi Tata Kelola Amenitas dan Aksebilitas Pariwisata ditandai dengan penabuhan tifa 7 kali oleh Rico Sia dan disaksikan Asisten Deputi (Asdep) Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Dwi Marhen Yono, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Sorong. Zikri Atiqi Helmi dan tamu undangan lainnya.

Dengan menghadirkan narasumber Jesihando R. Tulung, rangkaian acara sosialisasi diikuti dengan penuh antusias oleh para peserta.
Berbicara soal pariwisata, Asdep Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata mengatakan, kuncinya hanya satu yakni bagaimana membuat orang bahagia, happy menikmati tempat wisata yang diikunjungi.
Untuk membuat orang happy, Asdep mengatakan, yang perlu diperhatikan mulai dari soal keamanan, pelayanan yang ramah, sopan hingga wisata itu menimbulkan kenangan yang positif. Karena merasa happy berapa pun uang yang dikeluarkan tentu
“Untuk menciptakan rasa bahagia wisatawan datang ke Sorong ,yang pertama aman. Kalau tidak aman ya jangan harap kita bahagia. Destinasinya bagus, orangnya ramah, tapi kalau taruh helm hilang, kira-kira bahagia ngga,”tanya Marhen-sapaan akrab Asdep yang langsung disahut peserta “tidak”.
Bahwa Sapta Pesona diingatkan untum tidak hanya dibaca tapi diamalkan di dunia pariwisata. Jika Sapta pesona diamalkan maka wisatawan akan happy. “Kalau sudah happy, dompetnya keluar, isinya keluar semua,”imbuh Marhen.
Pengelolaan pariwisata yang inklusif, aman dan berkualitas, yang pertama pengelola hotel tidak boleh pilih-pilih tamu, semua harus diterima dengan suka cita, tidak boleh yang ekslusif, kemudian aman dan berkualitas.
Pengelolaan wisata yang berkualitas yakni yang mampu mendatangkan income yang sebanding dengan usaha yang sudah dilakukan.
Dalam kondisi keuangan yang sedang tidak baik-baik saja, diingatkan kepada pengelola wisata untuk tidak patah semangat tapi tetap berjuang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Membidangi pariwisata, anggota Komisi VII DPR RI Dapil Papua Barat Daya, Rico Sia yang ditemui media mengatakan, terkait dengan tata Kelola amenitas pariwisata butuh kebersihan, keamanan hingga menimbulkan adanya keberlanjutan.
Untuk menarik wisatawan yang utama adalah bagaimana menimbulan kesan pertama yang baik.
“Di Airport itu pada saat orang turun banyak yang juga mau ke toilet. Nah para pekerja mestinya diberikan pemahaman atau penyuluhan terkait dengan kebersihan sehingga kesan pertama mereka (wisatawan) datang bahwa kota ini bersih,”ujar Rico Sia.
Dengan kesan bahwa Kota Sorong bersih akan membuat wisatawan betah sehingga Kota Sorong itu tidak lagi dianggap sebagai kota transit.
“Di Kota Sorong juga banyak sekali destinasi wisata yang ada contohnya di Suprauw dan beberapa obyek wisata menarik lainnya di Kota Sorong,”tandas Legislator dari Partai Nasdem ini.
Dari kegiatan sosialisasi ini diharapkan agar bagaimana para pelaku wisata berperan menciptakan Kota Sorong sebagai kota yang bersih, aman dan membuat orang nyaman datang ke Kota Sorong dan Papua Barat Daya pada umumnya.
Karena menurutnya, bisnis atau industri pariwisata ini membutuhkan kebahagiaan yakni kebahagiaan yang muncul dari hati para wisatawan baik wisatawan dari nusantara maupun mancanegara. Bagaimana membuat mereka merasa nyaman untuk datang ke Sorong.
“Bahkan kalau perlu, dari sisi pemerintahan, mereka harus membuat guideline. Guideline-nya apa? Karena terdiri dari 5 Kabupaten dan 1 kota dibutuhkan guideline (pedoman/petunjuk) jadwal-jadwal misalnya ke Raja Ampat berapa hari, Kota Sorong berapa hari, ke Sorong Selatan melihat sungai-sungainya berapa hari, dan air terjun, ke Tambrauw berapa hari. Guideline ini dibutuhkan dibutuhkan supaya para wisatawan kemudian merasa terarahkan. Nah itulah bagian bentuk-bentuk dari kenyamanan yang harus kita berikan,”jelas Rico Sia.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Sorong Zikri Atiqi Helimi berharap adanya dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Anggota Komisi VII DPR RI untuk membantu menciptakan tersedianya infrastruktur yang menunjang pariwisata di Kota Sorong.
Dalam penyampaian materi, narasumber Jesihando R Tulung yang sehari-hari Dosen Unipa Kampus Raja Ampat menjelaskan checklist Amenitas seperti toilet yang bersih, tersedia tempat sampah dan tempat istirahat yang nyaman. Sedangkan chelist Aksibilitas adalah adanya tranportasi yang jelas, informasi yang tersedia dan ada petunjuk arah.
Penyampaian materi dengan logat Papua yang kental dan sesekali diselingi humor membuat suasana sosialisasi begitu hidup. Hal ini terlihat juga pada sesi tanya jawab dimana peserta pada mengacungkan jari untuk menyampaikan pertanyaan yang semua dijawab dengan jelas oleh Jesi dan moderator yang sekaligus sebagai Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata Kota Sorong. (min)








