SORONG– Setelah resmi terpilih sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua Barat Daya, H. Abu Bakar Lodji melalui Tim Formatur akan melengkapi susuan pengurus yang akan membantunya dalam memimpin MUI di Provinsi Papua Barat Daya lima tahun kedepan.
“Setelah itu, proses pengurusan Surat Keputusan (SK), setelah dapat SK baru kita ancang-ancang untuk menyusun program rencana kerja,”jelas Abu Bakar Lodji saat dihubungi media ini melalui ponselnya, Jumat (11/7/2026).
Dalam perannya, MUI Papua Barat Daya jelas H. Abu akan mengedepankan kemitraan, membangun sinergi dengan pemerintah, perguruan tinggi, organisasi paguyuban, majelis taklim dan komponen masyarakat lainnya.
“Kita pertama perlu bersilaturahmi, membangun sinergi-lah dengan pemerintah dan komponen masyarakat,”tandas H. Abu Bakar Lodji yang sebelumnya Ketua MUI Kabupaten Raja Ampat.
Selain membangun kemitraan, MUI Papua Barat Daya lanjutnya, tentunya hadir untuk melayani umat. Seperti diketahui MUI adalah lembaga indipenden yang mewadahi para ulama, zu’ama dan cendikiawan Islam untuk membimbing, membina dan mengayomi umat Islam, khususnya di Provinsi Papua Barat Daya.
Sebagai mitra strategis pemerintah, MUI berperan dalam membantu pemerintah melakukan hal-hal yang menyangkut kemaslahatan umat Islam.
“Kita hadir untuk melayani umat. Kalau produk dari MUI itu sendiri mengeluarkan rekomendasi dan mengeluarkan fatwa, itu 2 produk utama MUI. Kalau yang lain itu menunjang kelancaran dalam muamalat, hubungan sesama, human, horizontal,”tandasnya.
Menyinggung soal toleransi, Ketua MUI Papua Barat Daya mengatakan, itulah yang akan dibangun dari kemitraan dengan pemerintah dan komponen masyarakat di Papua Barat Daya.
Yang pasti dalam menjaga dan meningkatkan ukhuwah dan kemaslahatan umat Islam, MUI Papua Barat Daya lanjut H. Abu tidak akan berarti apa-apa tanpa dukungan semua pihak.
“Saya harap adanya doa dan dukungan semua pihak. Bahwa kita ini bukan hebat, kita akan kuat jika bersama-sama,”tandasnya. (min)







