Resmikan 2 Unit Pasar, Gubernur PBD Minta Pejabat dan ASN Belanja di Pasar Mama-Mama Papua

SORONG– Ditandai dengan pengguntingan pita, Gubernur Papua Barat Daya (PBD), Elisa Kambu, S,Sos meresmikan 2 unit Pasar Mama-mama Papua yang secara simbolis dipusatkan di Pasar Jalan Menur belakang Ramayana Mall Sorong, Klademak III Kota Sorong, Selasa (24/2/2026).

Bantuan peralatan mesin cetak batu bata yang diserahkan secara simbolis oleh Gubernur PBD). (Rosmini/SuaraSorong)

Selain di Jln Menur Klademak III,  pasar lainnya yang diresmikan lainnya berlokasi di Jln Arteri Kelurahan Klabulu Distrik Malaisimsa, Malanu.

Gubernur PBD, Elisa Kambu menyerahkan bantuan peralatan produksi kepada pelaku.UMKM Papua.Barat Daya. (Rosmini/SuaraSorong)

Selain meresmikan Pasar Mama-mama Papua, dalam rangkaian acara yang digelar  Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Papua Barat Daya, Gubernur menyerahkan bantuan peralatan dan mesin produksi bagi pelaku UMKM asli Papua.

Adapun peralatan UMKM yang diserahkan antara lain, 10 unit mesin cetak  batu bata, 10 unit peralatan tukang kayu bagi pelaku usaha meuble, 400 unit payung atau tenda jualan bagi mama-mama Papua dan 114 tenda metik, mesin industi pembuatan batu bata,  bantuan peralatan pengolahan sagu dan keladi dan lainnya.

Untuk penyerahan bantuan peralatan dan mesin produksi ini menurut Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Papua Barat Daya, Dr Sellvyana Sangkek, SE, M,Si bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) total senilai Rp 2,3 miliar. 

Dana berupa bantuan peralatan diserahkan kepada kurang lebih 492 pelaku UMKM asli Papua. 

“Pengusaha atau UMKM yang mendapatkan bantuan peralatan UMKM adalah yang ada di Kota dan Kabupaten Sorong,”ujar Kadis Koperasi dan UMKM PBD, Sellvyana Sangkek.

Pasar mama-mama Papua  yang diresmikan berkapasitas 30 pedagang dan telah dilengkapi prasarana berupa toilet.

“Kami harapkan dengan adanya pasar ini dapat menambah semangat dari mama-mama Papua. Yang selama ini jualan di trotoar semua harus masuk ke pasar ini. Pasar ini sudah sangat representatif  dan ini satu langkah maju di Provinsi PBD melalui visi dan misi pembangunan daerah khususnya kebijamkan  penguatan ekonomi lokal masyarakat orang asli Papua,”ujar Sellvyana Sangkek kepada media.

Gubernur Elisa Kambu dalam sambutannya memberikan apreseasi, rasa bangga, dan hormat kepada mama-mama Papua yang berjuang untuk anak-anak dan keluarga mereka, agar mereka bisa hidup layak di Kota Sorong.

“Kamu luar biasa, perempuan Papua juga bisa, orang Papua juga bisa. Untuk mengurus tanah ini dan masa depan negeri ini, kita yang harus mengambil peran utama. Orang lain pun sebenarnya adalah bagian dari proses, mereka adalah “malaikat” yang Tuhan hadirkan untuk bersama-sama dengan kita,”ujarnya.

Dikatakan oleh gubernur, membangun Provinsi Papua Barat Daya perlu berada dalam satu pemahaman yang sama.

“Tidak boleh ada rasa tidak puas hati, tidak boleh ada rasa dengki, cemburu, atau dendam. Kita adalah satu bangsa yang hidup berdampingan dan bersatu. Akhirnya, kita berada di kota seperti ini karena ada kebersamaan kita semua. Jika kita sendiri tidak bisa maju, kita membutuhkan orang lain untuk berjuang dan berpacu bersama,”ucap Elisa Kambu.

Gubernur juga mengatakan, karena bersumber dari dana Otsus maka penerima bantuan adalah pelaku UMKM asli Papua.

Dana Otsus tidak boleh digunakan untuk hal-hal lain, hanya untuk pendidikan, kesehatan  ekonomi kerakyatan dan infrastruktur. 

“Uang ini adalah uang darah, uang air mata. Karena itu kita harapkan bahwa yang menerima uang ini juga harus usahakan dimanfaatkan dengan baik.”tandas Elisa Kambu.

Sementara itu Ketua Forum Mama-mama Papua, Nataniel Jitmau menilai bahwa potensi orang Papua, khususnya di Klademak, sejatinya besar. Namun hingga saat ini belum ada pihak yang mengkoordinir pendampingan yang dibutuhkan. Puji Tuhan, kami menggagas inisiatif ini sehingga orang Papua bisa tersentuh oleh pemerintah.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan modal usaha dan dukungan pasar, serta peralatan yang kami terima. Semoga semua itu bermanfaat bagi para pedagang Mama Papua. Kita, sebagai orang Papua, juga berupaya melakukan hal-hal yang diperlukan agar bantuan tersebut tepat sasaran,”tandasnya.

Dikatakan, perlunya pendataan  orang asli Papua sehingga bantuan bisa langsung dirasakan oleh pelaku jualan. Kami berharap program dana Otsus tidak disalahgunakan.

Jangan sampai program tersebut dipakai hanya untuk foto-foto. Dana Otsus sebenarnya tidak gagal, yang gagal adalah kita sendiri jika tidak mengoptimalkannya,”tandasnya

Yang menarik, untuk menghidupkan pasar mama-mama Papua, Gubernur Elisa Kambu minta kepada Pj Sekda Drs Yakob Karet, M.Si untuk menjadwalkan pejabat dan ASN Pemprov PBD untuk datang belanja di pasar mama-mama Papua.

“Pak Sekda, sudah ada pasar itu, coba bikin jadwal begitu , hari-hari tertentu datang belanja-belanja di sini. Jangan  tinggal-tinggal saja di rumah begitu, supaya perputaran pasar ini bisa jalan. Mereka  duduk dari pagi sampai malam tidak ada yang beli, mungkin berikutnya  dia sudah malas. Tapi kalau lakunya lancar., dia pasti alkan berusaha terus, oke jadi begitu Pak Sekda,” ujar Gubernur Elisa Kambu.

Jadi nanti diatur, ini wajib dikunjungi okeh pegawai-pegawai kita. Datang sore, pagi ka. Kalau hari Jumat atau Hari Sabtu olah raga bersama bariusinggah-singgkah begitu,”imbuh Gubernur,

Diakhir sambutannya, Gubernur Elisa Kambu mengungkapkan kondisi keuangan Provinsi Papua Barat Daya yang dalam keadaaan tidak baik-baik saja. 

“Saya tahu saat orang memilih saya, ada harapan. Tapi kondisi kita hari ini tidak baik-baik saja. Kita tidak bisa berlari, kita jalan saja dengan keadaan  yang ada. Satu hal lagi: Tuhan tidak pernah salah. Tuhan tidak salah menghadirkan kita di Papua Barat Daya. Provinsi ini ada karena ada air mata, perjuangan, dan kerja keras,”pungkas Elisa Kambu. (min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.