SORONG– Ditandai dengan pengguntingan pita, Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, SH, M.PA didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Windesi Lobat, S.KM, M.PA, Kamis (22/10/2026) meresmikan 2 Posyandu yakni Posyandu Teratai dan Posyandu Srikandi di Jln TPU KM 10, Kelurahan Malasilen Distrik Sorong Utara, Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Selaku Ketua Pembinda Posyandu Kota Sorong. Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong Jemima Lobat memberikan apreseasi kepada Kepala Distrik Sorong Utara yang telah mengusahakan hadirnya 2 Posyandu yakni Posyandu Teratai dan Posyandu Srikandi.

Dikatakan Jemima, posyandu di Kota Sorong saat ini berjumlah 118 dengan 1.200 lebih kader posyandu. Dari 118 posyandu yang sudah melakukan siklus hidup mulai dari lahir hingga lansia sebanyak 87 posyandu dan 4 posyandu sudah melakukan 6 SPM .
“Nanti kita akan turun terus untuk mensosialisasi, ,membina, mendampingi setiap posyandu supaya jangan posyandu itu cuma dilayani oleh Dinas Kesehatan saja, tetapi peraturan baru yang terus kita lakukan, ada 6 SPM, ada 6 dinas yang ikut terlibat dalam kegiatan posyandu diantaranya kami Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat,”sebut Jemima.
Wali Kota Sorong Septinus Lobat saat mengawali sambutannya mengatakan patut disyukuri karena Kota Sorong sudah turun hujan. Semua berkat doa dari masyarakat kepada Tuhan. Berbicara soal masa depan Papua, Wali Kota menegaskan ada 3 misi besar membangun Tanah Papua yakni Papua sehat, Papua cerdas dan Papua produktif.
“Saya berterima kasih kepada ibu ketua Pembina Posyandu dan seluruh kader yang tersebar di seluruh Kota Sorong, ada 1.200 kader yang sudah membantu Pemerintah Kota Sorong, membabtu Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, membantu seluruh pemerintah di 6 provinsi di Tanah Papua, karena kita punya misi membangun Papua ini yakni Papua cerdas, Papua sehat dan Papua produktif,”ujar Septinus Lobat.
Dikatakan oleh Wali Kota, untuk Papua sehat, seperti yang dilakukan saat ini yakni meresmikan posyandu, Papua cerdas dimana Pemberintah Kota Sorong sudah menggratiskan 32.000 siswa setipa tahun. “Untuk mengangkat harga diri orang Papua, kita harus bangun kesehatannya, kita harus bangun pendidikannya,”tandas Septinus Lobat.
Dengan hadirnya posyandu-posyandu di Kota Sorong diharapkan para kader dapat memberikan makanan bergizi kepada bayi dan balita agar kecerdasan anak-anak itu dibentuk sebab mereka itulah generasi penerus bangsa di masa depan.
Kepala Distrik Sorong Utara, Semuel Sesa, S.Sos dalam laporannya mengungkapkan, Ia membangun Posyandu Teratai di TPU Km 10 dengan menggunakan dana DAU tahun 2025 sebesar Rp 100 juta. Selain itu, Ia juga membangun Posyandu Kartini di Kelurahan Matalamagi tahun 2025 dengan dana DAU Rp 100 juta.
Dan tahun 2026 ini, Ia kembali membangun 1 posyandu di Kelurahan Matalamagi dengan dana DAU Rp 100 juta serta 1 posyandu di Bambu Kuning dengan dana DAU Rp 100 juta. Selain itu, Kepala Distrik Sorong Utara juga mengatakan telah membangun 4 MCK untuk masyarakat di Sorong Utara.
“Semua fasilitas lengkap, saya kasi masuk kursi, meja, tempat tidur, timbangan, semua saya kasi masuk di beberapa posyandu yang ada di sini,”ujarnya. Dengan hadirnya Posyandu Teratai, Kadistrik Sorong Utara Semuel Sesa mengatakan, masyarakat di sekitar Jln TPU tidak perlu lagi jauh-jauh ke Posyandu yang ada di Kelurahan Matalamagi.
Usai meresmikan Posyandu Teratai, Wali Kota Sorong Septinus Lobat dan Ketua Pembina Posyandu, Jemima Elisabath didampingi dr Idham Said meninjau ruangan Posyandu Teratai yang dilengkapi tempat tidur, timbangan bayi dan fasilitas lainnya. (min)





