Himbau Warga Tidak Bakar Lahan Sembarangan
SORONG- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat Daya, Dr George Yarangga, A.Pi, MM memberikan apreseasi kepada BPBD Kota dan Kabupaten di Provinsi Papua Barat Daya yang selama ini telah bergerak cepat mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan baik.
Dari data yang direlease hingga Agustus 2021 tercatat 21 kejadian Karhutla dengan total 32 titik api di wilayah Kota Sorong. Dari jumlah tersebut, 13 kejadian dengan 21 titik api terjadi pada Juli 2026. Sementara hingga 11 Agustus ada 8 kejadian dengan 11 titik api.
Adapun total luas area yang terdampak mencapai sekitar 44,5 Ha, terdiri dari 26,5 Ha pada Juli dan hingga 11 Agustus tercatat 18 Ha.
Dalam laporannya kepada BPBD Provinsi Papua Barat Daya, Kepala BPBD Kota Sorong, Herlin Sasabone mengatakan, sampai saat ini tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dari dampak Karhutlan di Kota Sorong.
Dalam menangani Karhutlah, disebutkan oleh George Yarangga bahwa kondisi lahan yang kering ditambah angin kencang dapat menyebabkan api berkembang dengan cepat.
Pola kejadian menunjukkan bahwa kebakaran tidak hanya terjadi pada satu kawasan, tetapi telah tersebar di beberapa wilayah kota, termasuk kawasan hutan/perbukitan dan lahan kosong yang berdekatan dengan pemukiman.
“Yang menjadi perhatian utama adalah kedekatan beberapa titik kebakaran dengan permukiman masyarakat. Akses menuju beberapa lokasi kebakaran menjadi kendala utama dalam operasi pemadaman,”sebutnya.
Pada medan yang sulit dijangkau kendaraan, personel harus melakukan pemadaman secara manual sehingga membutuhkan waktu, tenaga dan dukungan peralatan yang lebih besar.
“Terima kasih kepada kepala-kepala BPBD baik Kota maupun Kabupaten Sorong, karena kami selalu berkoordinasi yang baik, sehingga mereka cepat sekali untuk melakukan gerak cepat, melakukan mitigasi terhadap situasi yang terjadi beberapa kali,”ujar George Yarangga kepada media.
Kepala BPBD Provinsi Papua Barat Daya, George Yarangga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan.
“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan sehingga kita sama-sama menjaga situasi dan kondisi di musim atau masa elnino ini,”harap George Yarangga.
Harap Bangun Gudang Logistik Wilayah Timur di Papua Barat Daya
Lebih lanjut Ia juga mengungkapkan bahwa dari zoom meeting 11 Agustus lalu dengan Kementerian dan lembaga teknis terkait yang ditindaklanjuti dengan pertemuan internal teknis di lingkup Provinsi Papua Barat Daya terkait langkah-langka mitigasi, teknis operasional dan kesiapsiagaan terhadap peningkatan ancama Karhutla di Provinsi Papua Barat Daya.
Mengatasi Karhutla maupun bencana lainnya, George Yarangga sepenuhnya masih ditangani oleh BPBD Kota dan Kabupaten. Pihaknya sebatas pada tingkat koordinasi sehingga semua dapat diatasi dengan baik.
Diakui oleh mantan Pj Wali Kota Sorong ini, BPBD Provinsi Papua Barat Daya memiliki sarana dan prasarana yang masih terbatas. Terutama gudang logistik yang akan memudahkan dalam mobile belum dimiliki.
“Karana itu kami harapkan dukungan dan perhatian dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI dan Kemendagri, surat juga sudah kami ajukan, terutama kami sangat mengharapkan membangun gudang logistik wilayah timur di Papua Barat Daya,”ujar George Yarangga.
Dengan personel 54 orang, Kepala BPBD Papua Barat Daya mengatakan, pihaknya akan terus melakukan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melakui pelatihan, diklat dan launnya.
“Sehingga kita berharap fungsi kita di provinsi juga harus bisa memberikan penguatan kepada tema-teman di BPBD Kabupaten/Kota,”ujarnya. (min)










