Drs Yakob Kareth, M Si : RKPD harus jadi Dokumen Perencanaan yang Visioner, Adaptif dan Realistis
SORONG– Setelah berlangsung sejak tanggal 28 Mei 2026, Musrenbang Otonomi Khusus dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Papua Barat Daya Tahun 2027, Rabu (6/5/2026) resmi ditutup oleh Gubernur Papua Barat Daya yang diwakili Pj Sekda Drs Yakob Kareth, M.Si.

Dalam rangkaian acara penutupan yang ditandai dengan penabuhan tifa oleh Pj Sekda PBD bersama perwakilan kepala daerah di Papua Barat Daya, juga dilakukan penandatanganan berita acara hasil kesepakatan pembahasan Musrenbang Otsus Provinsi Papua Barat Daya Tahun 2027 menyepakati, bahwa dengan 465 sub kegiatan total pagu Rp 398.004.741.000.
Berdasarkan hasil usulan dalam pembahasan desk Papua Sehat, Papua Cerdas dan Papua Produktif pada Kabupaten/Kota se-Provinsi Papua Barat Daya maka alokasi yang telah sesuai adalah sebesar Rp 1.450.509.039.350 dengan rincian Papua Sehat sebesar Rp 340.470.000.00, Papua Cerdas Rp 298.600.000.000 dan Papua Produktif Rp 811.439.039.350.
Sedangkan pada berita acara hasil kesepakatan pembahasan Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Papua Barat Daya Tahun 2027 menyepakati proyek kerangka pendanaan final RPJMD 2025-2029 Provinsi Papua Barat Daya sebesar Rp 1.955.655.384.442,42.
Untuk alokasi pagu ndikatif tahun 2027 RPKD Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya tahun 2027 dengan sub kegiatan sebanyak 2.467 usulan awal dengan pagu sebesar Rp 4.457.206.763.883 dan pagu setelah pembahasan sebesar Rp 4. 242.654.640.320. Padahal proyeksi pagu dalam RPJMD untuk RKPD tahun 2027 hanya Rp 1.955.655.384.442,42.
Dengan begitu besarnya anggaran yang disepakati dari hasil Musrenbang dibandingkan dengan proyeksi pagu RKPD, maka Kepala Bapperida melalui Sekretaris Bapperida Provinsi Papua Barat Daya, Fransiskus Krimadi, SE, M.Ec.Dev mengatakan dengan didukung mitra kerja akan kembali melakukan pembahasan-pembahasan sehingga nilai anggaran dapat dijangkau sesuai dengan yang diproyeksikan.
Pj Sekda Yakob Kareth dalam sambutannya mengatakan, Musrenbang bukan sekedar forum seremonial tetapi merupakan wadah strategis untuk melakukan dialog dan interaksi yang konstruktif. Sekda menegaskan bahwa dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, Musrenbang merumuskan program maupun kegiatan yang didanai dari sumber Otsus RKPD yang berpihak pada rakyat, berorientasi pada pembangunan yang berkelanjutan dan menjawab tantangan serta peluang yang ada.
“RKPD yang akan kita susun haruslah menjadi dokumen perencanaan yang visioner, adaptif dan realistis,”ujar Yakob Kareth. Sekda mengatakan visi yang diemban adalah mewujudkan Papua Barat Daya yang maju,mandiri dan sejahtera dengan berbasis pada pertumbuhan ekonomi lokal.
Mencapai visi tersebut maka harus fokus pada beberapa misi utama, diantaranya mewujudkan SDM yang berkualitas dan inovatif berbasis modal berbasis modal sosial, mewujudkan tata Kelola pemerintahan dan kelembagaan berbasis e-government.
“Mari kita jadikan momentum ini untuk merancang masa depan Papua Barat Daya yang lebih baik. Dimana setiap masyarakat merasakan dampak positif dari pembangunan. Saya berharap melalui Musrenbang ini kita dapat menghasilkan RPJMD yang kokoh, terukur dan mampu membawa Provinsi Papua Barat Daya menuju gerbang kemajuan yang gemilang,”pesan Gubernur sebagaimana disampaikan oleh Pj Sekda Yakob Kareth. (min)
u





