SORONG– Setelah melakukan kunjungan kerja (kunker) di Timika, Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tengah. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, Rabu (28/10/2026) tiba di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
Dalam kunkernya di Provinsi Papua Barat Daya, Menko Polkam memimpin “Rapat Koordinasi Penguatan Stabilitas Pertahanan dan Keamanan Negara di Provinsi Papua Barat Daya” yang berlangsung di Mapolda Papua Barat Daya.
Hadir dalam Rakor, Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru, Kapolda PBD, Brigjen Pol Hengki Haryadi, S.IK, MH, anggota Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP), Otto Ihalauw , Wakil Ketua III DPR Provinsi Papua Barat Daya, Maria Jitmau, serta sejumlah unsur Forkopimpda, dan perwakilan masyarakat.
Menko Polkam Dudung Abdurachman kepada media mengatakan, rakor digelar untuk memastikan tentang program-program prioritas Presiden, program unggulan Presiden, dan program strategi nasional.
Dari hasil laporan dari Gubernur, Pangdam, Kepolda, Danrem dan Kepala BIN, Menko Polkam mengatakan, program-program yang sudah dilaksanakan masih di dalam koridor sesuai dengan harapan dari Presiden Prabowo Subianto.
Yang menonjol dari Rakor tersebut, Menkon Polkam menegaskan pentingnya melakukan pendekatan humanis kepada saudara-saudara kita yang masih ada di hutan.
Dari laporan yang diterima, Menko Polkam mengatakan, masyarakat yang berseberangan dan berada di hutan, sebagian sudah mulai berangsur-angsur kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi
Hal ini karena mereka menyadari dan memahami bahwa proses pembangunan yang dipimpin oleh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Muspida sudah sedemikian pesatnya.
“Dan mereka akhirnya juga menyadari bahwa tidak ada untungnya melakukan kegiatan-kegiatan apalagi menyakiti, menakuti, apalagi bahkan penganiayaan terhadap masyarakat. Pendekatan ini sudah dilakukan baik TNI, Polri,”ujar Menko Polkam Dudung Abdurachman.
Ia juga memberikan apreseasi kepada Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol Hengki Haryadi yang meski baru menjabat tapi sudah bergerak cepat sehingga sebagian masyarakat yang berada di hutan bisa kembali bergabung dengan masyarakat lainnya.
Dengan melakukan pendekatan hamanis, Menko Polkam berharap kedepan hal ini terus berlangsung sehingga semakin banyak masyarakat yang bersebarangan politik kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.
Menyampaikan pesan Presiden, Menko Polkam mengingatkan agar kegiatan dilakukan tetap dengan cara humanis.
“Sesuai dengan perintah Bapak Presiden bahwa melakukan kegiatan tidak serta-merta dengan pendekatan tegas kepada kelompok-kelompok yang merugikan dan menyakiti rakyat atau membunuh rakyat, tetapi kegiatan-kegiatan dengan hati,”ujar Menko Polkam.
Dengan melakukan pendekatan secara humanis, dengan hati, dinilai justru akan semakin efektif oleh karenanya ini Ia berharap terus ditingkatkan.
Selain itu lanjut Menko Polkam, kolaborasi Pemerintah Daerah, TNI, Polri dan aparat keamanan lainnya bersama-sama dalam satu misi. Untuk pendekatan keamanan dikendalikan oleh Kogabwilhan, pendekatan kepada pemerintah, kepada masyarakat oleh Gubernur.
“Namun saya sampaikan tadi bahwa tidak kalah pentingnya masyarakat-masyarakat
yang perlu adanya peningkatan kesejahteraan, tidak kemudian kita terkonsentrasi kepada saudara-saudara kita yang masih di hutan, tetapi justru tidak kalah pentingnya juga masyarakat-masyarakat yang sudah paham, sudah menyadari justru itu yang akan harus ditingkatkan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk ditingkatkan kesejahteraannya,”tandasnya.
“Pesan Bapak Presiden, kesejahteraan identik dengan keamanan. Kalau aman maka kesejahteraan pasti akan meningkat. Oleh karenanya, pesan Bapak Presiden, kesejahteraan di tanah Papua itu harus sampai masuk ke elemen yang paling rendah. Sehingga pemerataan kesempatan bagi seluruh masyarakat ini dapat terjamin oleh pemerintah daerah,”ucap Dudung Abdurachman. (min)





