TAMBRAUW– Serangan terhadap tenaga kesehatan kembali mengguncang wilayah Provinsi Papua Barat Daya.
Empat tenaga kesehatan yang sedang dalam perjalanan menjalankan tugas pelayanan medis dilaporkan diserang orang tak dikenal (OTK) di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, Senin (16/3/2026) sekitar pukul 11.37 WIT.
Dalam insiden tersebut, dua tenaga kesehatan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara dua lainnya berhasil menyelamatkan diri dan berlindung di Pos TNI Bamusbama.
Dari informasi yang berhasil dihimpun iNews menyebutkan, peristiwa tragis itu terjadi ketika keempat tenaga kesehatan tersebut sedang menuju Rumah Sakit Pratama Fef untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Namun setibanya di kawasan Kampung Jokbu atau Banfot, perjalanan mereka tiba-tiba dihadang oleh sekelompok orang tidak dikenal.
Situasi berubah mencekam dalam hitungan detik. Para korban yang tidak menduga akan menghadapi serangan di tengah perjalanan mendadak panik dan berusaha menyelamatkan diri.
Dalam kondisi genting tersebut, dua tenaga kesehatan berhasil melarikan diri dan berlari menuju Pos TNI Distrik Bamusbama untuk meminta perlindungan sekaligus melaporkan kejadian yang baru saja mereka alami.
Sementara itu, dua rekan mereka tidak sempat melarikan diri dan tertinggal di lokasi kejadian.
Informasi yang dihimpun dari sumber di lapangan menyebutkan, kedua korban yang tertinggal kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban yang meninggal dunia diketahui bernama Yeremia Lobo dan Edwin, keduanya merupakan tenaga kesehatan yang sedang menjalankan tugas pelayanan di wilayah Kabupaten Tambrauw.
Adapun dua korban yang berhasil selamat yakni Hamzah dan Robby. Saat ini keduanya berada di Pos TNI Bamusbama untuk mendapatkan perlindungan sekaligus dimintai keterangan mengenai kronologi kejadian.
Insiden tersebut mengejutkan masyarakat di Distrik Bamusbama dan wilayah sekitarnya. Tenaga kesehatan selama ini dikenal sebagai garda terdepan pelayanan medis, terutama di daerah pedalaman dengan akses kesehatan yang terbatas. .
Hingga saat ini aparat keamanan masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku serta motif penyerangan. Pengamanan di Distrik Bamusbama juga ditingkatkan guna mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan lanjutan.
Kapolres Tambrauw AKBP Praja Gandha Wiratama melalui Kasi Humas Polres Tambrauw Ipda La Ode mengatakan pihak kepolisian masih mengumpulkan informasi lengkap terkait kejadian tersebut.
“Belum dapat informasi lengkap. Anggota sudah digeser ke TKP,” kata Ipda La Ode saat dikonfirmasi.
Peristiwa ini juga menambah catatan kekerasan terhadap warga sipil di wilayah Tambrauw. Sebelumnya, Minggu malam (8/3/2026) seorang pegawai honorer Pemerintah Kabupaten Tambrauw, Abraham Franklin Delano Kambu, dilaporkan menjadi korban penghadangan oleh orang tidak dikenal saat dalam perjalanan menuju Fef.
Aparat kepolisian menduga kelompok yang terlibat dalam rangkaian serangan tersebut merupakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang beroperasi di wilayah Distrik Bamusbama.
Saat ini aparat gabungan masih melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata tersebut sekaligus memastikan situasi keamanan di jalur menuju Fef tetap terkendali.
Warga yang melintas di kawasan tersebut juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan sambil menunggu perkembangan resmi dari aparat keamanan.
Tragedi ini kembali menegaskan beratnya medan tugas tenaga kesehatan di wilayah pedalaman Papua Barat Daya. Di tengah keterbatasan akses dan kondisi keamanan yang fluktuatif, para nakes tetap berupaya menjangkau masyarakat demi memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan.
Namun insiden di Bamusbama menjadi pengingat keras bahwa perlindungan terhadap tenaga kesehatan di daerah konflik menjadi kebutuhan mendesak agar pelayanan medis kepada masyarakat tidak terhenti oleh ancaman kekerasan. (**/min)






