SORONG-Bupati Sorong, Dr Johny Kamuru (JK), SH, M.Si resmi melantik Nimbrot Sesa, S.IP, MM sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sorong (Kabsor). Pelantikan Sekda Kabupaten Sorong di ACC Aimas Hotel, Kamis (27/8/2026) ditandai dengan pengucapan sumpah/janji yang berlangsung khidmat.

Usai melantik Nimbrot Sesa sebagai Sekda Kabupaten Sorong, Bupati Sorong, Johny Kamuru dalam sambutannya mengingatkan 3 hal kepada Nimbrot Sesa yakni setia kepada Tuhan, setia kepada masyarakat dan yang ketiga dengar-dengaran sedikit kepada Bupati.
“Pak Sekda sekarang mulai bekerja yang sudah ditinggalkan oleh Plt Sekda, ini luar biasa, 1,5 tahun sudah diatas sebenarnya. Tinggal Pak Sekda memulai apa yang ditinggalkan Pak Plt Sekda, sehingga berjalan dengan baik,”ujar Bupati Johny Kamuru.

Ditegaskan bahwa yang namanya kesetiaaan, loyalitas tidak bisa ditunggu di tikungan-tikungan. “Loyalitas harus dari awal, starnya dari nol,”tandas Johny Kamuru.
Setelah menyampaikan hal itu, Bupati Johny Kamuru pun menceritakan bagaimana perjalanan Ia dan Nimbrot Sesa yang sudah terbangun sejak tahun 2003.
Termasuk saat Nimbrot Sesa mengalah dan memberikan kesempatan kepada Johny Kamuru untuk berangkat menghadiri kegiatan Pramuka di Inggris dalam rangka memperingati 100 tahun Lord Boden Power tahun 2007.
“Loyalitas itu perlu, dengar-dengaran itu perlu. Kalau orang pintar banyak, yang dengar-dengaran itu sedikit,”ujarnya.
Seperti yang dikatakan Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, bahwa tugas Sekda adalah membantu Bupati dalam melayani masyarakat. Dan Sekda bertanggung jawab dalam membangun komunikasi yang baik dengan DPRK terkait dengan visi misi Kabupaten Sorong.
“Tadi sudah disampaikan bahwa orang pintar banyak tapi loyalitas yang penting. Pak Sekda sudah membuktkan, dengar-dengaran dari dulu, Pak Malak dua periode dan saya JK dua periode sehingga kita nilai layak dan pantaslah menjalankan tugasnya sebagai Sekda,”tandas Johny Kamuru.
Menyinggung sebelumnya ada aksi penolakan dari masyarakat terkait jabatan Sekda, Bupati Sorong menegaskan bahwa Sekda bukanlah jabatan politik tapi jabatan karir, sehingga merupakan hak prerogatif kepala daerah menentukan siapa yang layak menjabat Sekda Kabupaten Sorong.
“Tadi pak Gubernur juga bilang to, dunia belum kiamat, masih ada waktu,tahun besok-tahun besok, pasti,”tandas Johny Kamuru. Sebelumnya, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu dalam sambutannya memberikan banyak arahan kepada Sekda Nimbrot Sesa.
Bahwa dari sekitar 7,000 pegawai ASN di Kabupaten Sorong, Bupati Sorong Johny Kamuru memilih Nimbrot Sesa sebagai Sekda, menurut Gubernur, ini merupakan kepercayaan yang luar biasa dari Bupati kepada Nimbrot Sesa.
“Coba bayangkan, bapak Bupati lebih percaya ko (kamu,Nimbrot Sesa,Red) dari 7.000 pegawai. Maka ko pun harus percaya bupati. Ko tidak boleh bikin gerakan lain, ko tidak boleh bikin jalan sendiri, ko harus percaya bupati,”pesan Elisa Kambu.
Gubernur berharap Sekda Nimbrot Sesa totalitas dalam membantu tugas Bupati. “Tugas anda memastikan kebijakan kepala daerah, mimpi kepala daerah, bagaimana bisa diimplementasikan. Tidak hanya sekedar di kertas program tapi harus dilaksanakan. Itulah tugas Sekda, mulai dari perencanaan, pelakansanannya dan pertanggung jawabannya, termasuk evaluasi,”ujar Elisa Kambu.
Gubernur : Jangan Ada yang Over
Lebih lanjut,gubernur juga minta kepada pimpinan OPD di lingkup Pemkab Sorong dan masyarakat di Kabupaten Sorong, tokoh masyarakat, tokoh agama untuk memberikan kesempatan, ruang bagi Nimbrot Sesa untuk berekspresi, menyesuaikan dengan langkah-langkah Bupati Sorong.
“Bekerja dulu, kau punya tugas untuk melakukan evaluasi. Perintah Pak Bupati sudah jelas to,, Nimbrot ko takut Tuhan, cinta rakyat, dan dengar-dengaran sedikit dengan bupati. Maka kamu masyarakat Kabupaten Sorong, beri kesempatan untuk Nimbrot. Orang belum kerja, jangan reibut, beri kesempatan bekerja dulu. Nanti satu, dua tahun dievaluasi. Ini menjadi perhatian kita bersama,”tandas Elisa Kambu.
Termasuk jajaran OPD, “tidak ada cerita kamu lewat Sekda baru kamu menumpuk di bupati, tidak ada. Kalau John Kamuru percaya dari 7.000 orang kepada Nimbot maka kamu semua harus dengar dan bersama-sama dengan Nimbrot, pasti dia tidak akan lari dari maunya bupati,”ujar Elisa Kambu.
Tujuannya hanya ingin memastikan mimpi, keinginan bupati untuk bagaimana membangun daerah ini, bagaimana menghadirkan kesejahteraan rakyat di Kabupaten Soromg, Itu yang dikawal, dikoordinir secara administratif oleh Sekda.
Gubernur mengatakan, kebijakan tetap dari bupati, jangan karena diberikan kewenangan oleh bupati lantas mengambil kebijakan. Semua tetap dari kepala daerah.
Ada inisiatif, ada gagasan, silakan disampaikan langsung kepada kepala daerah. Bahwa kita semua bisa membantu bupati dalam batas-batas kewenangan masing-masing.
“Jangan ada yang over. Nanti kalau ada yang over ini yang bikin masalah. Jangan juga ada yang merasa dekat dengan bupati jadi mengabaikan Sekda, itu juga tidak boleh. Ko dekat dengan bupai, jadi mengabaika Sekda, itu juga tidak boleh,”pesan Gubernur Elisa Kambu.
Usai rangkaian sambutan, acara pelantikan Sekda diakhiri dengan pose bersama. (min)
“











