SORONG– Provinsi Papua Barat Daya menjadi tuan rumah dalam even akbar bertajuk “ PAPEDA (Papua Suistainable Development) Summit ” yang akan digelar 2-4 September 2026 di Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Terkait dengan pelaksanaan kegiatan PAPEDA Summit 2026, Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos hadir dalam rapat finalisasi pelaksanaan PAPEDA Summit 2026 guna mengecek kesiapan panitia.
Dalam arahannya, Gubernur Elisa Kambu berharap adanya kekompakan dan kerjasama semua panitia sehingga PAPEDA Summit bisa berjalan sukses. “Kita ingin memberikan sesuatu untuk masa depan tanah dan negeri kita. Ini bagian dari kontribusi kita yang nyata,”tandas Elisa Kambu dalam rapat finalisasi PAPEDA Summit di Vega Hotel, Kamis (27/8/2026).
Kepada media, Ketua Panitia “PAPEDA Summit 2026”, Julian Kelly Kambu, ST, MM mengatakan, kegiatan ini akan diikuti sekitar 800 peserta dari 6 provinsi di Tanah Papua, dan sudah terkonfirmasi diipastikan akan hadir Menteri Koordinator (Menko) Pangan, Zulkifli Hasan.
“Kemudian dari Kementerian Bappenas, Kehutanan dan Lingkungan Hidup sedang terkonfirmasi akan hadir apakah bapak menterinya langsung atau wakil menteri. Kami berharap semuanya akan hadir karena kami sudah ketemu semuanya untuk menghadiri kegiatan, termasuk kami juga menyurati kepada Bapak Menteri Dalam Negeri, Menteri Bappenas, Menteri Dalam Negeri, Kehutanan, Lingkungan, dan Menkopangan. Menteri Dalam Negeri saja yang belum kami ketemu langsung, tapi yang lainnya kami ketemu langsung bersama Bapak Gubernur, Bapak Wakil, dan bersama panitia semua,”ujar Kelly Kambu yang sehari-hari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya.
Dikatakan, jumlah peserta yang sudah terdaftar untuk mengikuti “PAPEDA Summit 2026 kurang lebih 800 orang. Dan Kelly Kambu memprediksi pada hari pertama pembukaan, PAPEDA Summit 2026 akan dihadiri sekitar 1.000 orang.
Rangkaian kegiatan pembukaan akan digelar di Gedung Lambert Jitmau, selain itu di Hotel Aston dan Vega Prime Hotel. Sebagai keynote speaker adalah Menko Pangan Zulkifli Hasan. Selain pejabat setingkat menteri, PAPEDA Summit 2026 juga akan dihadiri gubernur se Tanah Papua dan tentunya para kepala daerah di Papua Barat Daya.
“Gubernur yang sudah terkonfirmasi akan hadir ada tiga gubernur. Kepala Daerah di Papua Barat Daya tentunya kita harapkan akan hadir. Karena kita bicara ini kan dari kita kan dari kita untuk kita,”imbuh Kelly Kambu.
Dijelaskan oleh Kelly Kambu bahwa PAPEDA Summit 2026 digelar tidak lain untuk menyamakan persepsi terkait pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua, dilihat dari bagaimana lingkungannya, sosialnya, ekonomi hingga kemudian bagaimana ekonomi biru, ekonomi hijau, karbon, pemberdayaan atau keteribatan masyarakat adat.
“Semua kita berbicara di situ, kita diskusi, sehingga selama ini masing-masing ada yang mungkin berdiri sendiri, masyarakat adat dengan konsep dan berpikirnya, pemerintah dengan kebijakan dan regulasinya, kemudian mitra pembangunan dengan mereka punya kerja-kerja cepat dibawa dengan masyarakat. Nah ini semua kita duduk bersama sehingga kita berharap ada rekomendasi kebijakan untuk bagaimana masa depan Papua. Papua berkelanjutan,”urai Kelly Kambu.
Lanjut dikatakan bahwa Papua Berkelanjutan itu seperti yang selalu disampaikan adalah bagaimana agar tidak meninggalkan air mata bagi generasi dan anak cucu ke depan tapi meningggalkan mata air.
“Sehingga mata air melalui kebijakan regulasi dan ini bagian-bagian yang kita coba rumuskan itu dan ini pertama kali di Tanah Papua dan ini bagian yang kita hanya menindaklanjuti juga pertemuan para gubernur di Timika kemudian di Manokwari pada bulan Februari di tahun ini. Ada kesepakatan di sana dan kami akan sepakat itu untuk nanti juga ada rekomendasi kebijakan dan Deklarasi Sorong terkait dengan pembangunan berkelanjutan,”jelas Kelly Kembu kemudian.
Dalam “PAPEDA Summit 2026” akan hadir pembicara kurang lebih 130 orang dan semuanya sudah konfirmasinya akan hadir dan akan menambah semangat bagaimana melihat konsep pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua.
“Bumi yang kita tinggal ini kan sudah tidak panas lagi, mendidih. Sehingga bagaimana kita bisa dengan kebijakan pembangunan tidak hanya mengajar target pertumbuhan ekonomi, tapi ekologi atau lingkungan, sosialnya bagaimana, lingkungannya bagaimana, masyarakat adat yang punya sumber daya alamnya itu bagaimana. Nah ini ruangnya untuk kita berdiskusi bersama, sehingga kita berharap ada solusi atau ada kebijakan, rencana rekomendasi kebijakan yang bisa kita berikan ke pemerintah pusat untuk semua sektor, kementerian di lintas sektor,”papar Kelly Kambu.
Sebagai Ketua Panitia, Kelly Kambu berharap Menteri Kehutanan bisa hadir untuk menyerahkan SK Masyarakat Hutan Adat. Itu harapan kami dan waktu itu kami sudah melaporkan langsung ke beliau bersama Bapak Gubernur di kediamannya di Jakarta dan nanti kita ikuti, mungkin masih ada waktu, beberapa hari ke depan mudah-mudahan beberapa menteri juga bisa hadir.
“Tapi kami juga menyadari bahwa di negara kita, di Pulau Kalimantan hari ini juga kan sedang mengalami kebakaran yang sangat luar biasa. Kemudian di NTT juga ada gempa dan ini mungkin konsentrasi dari para pengambil kebijakan di pusat. Tapi kami berharap jangan sampai kegiatan ini juga dilupakan begitu. Mungkin ada perwakilan dari wakil ,enteri, dari Bappenas juga akan hadir, Deputi Pangan, Sumberdaya Alam dan Lingkungan itu akan hadir, dari Direktur Badan Pengelola Dana Lingkungan juga akan hadir. Dan banyak yang akan hadir pada tanggal 2 sampai 3,”sebut Kelly Kambu.
Yang pasti pada kegiatan PAPEDA Summit , banyak topik menarik yang akan dibahas, didiskusikan bersama dan akan dirumuskan kemudian dijadikan sebuah saran atau rekomendasi kebijakan yang akan diteruskan ke pemerintah pusat bahwa itulah keinginan dan harapan Tanah Papua. (min)











