SORONG– Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Provinsi Papua Barat Daya secara resmi meminta kepada pemerintah dan pihak terkait, khususnya TNI, agar bersikap transparan dan mengusut secara tuntas insiden tertembaknya alm Letda Inf Jihad Ahmad Al Rasyid, S.Tr.(Han).
Almarhum merupakan putra terbaik dari Suku Maya, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Sekretaris Jenderal LMA Papua Barat Daya sekaligus Tokoh Adat Suku Maya Raja Ampat, Fatra M. Soltief, menyampaikan pernyataan resmi tersebut mewakili masyarakat adat dan keluarga besar Suku Maya Raja Ampat.
“Kami meminta kepada pemerintah dan pihak terkait dalam hal ini TNI agar transparan dalam mengusut tuntas kasus penembakan yang menyebabkan meninggalnya anak kami, putra terbaik kami dari Suku Maya Kabupaten Raja Ampat, almarhum Letda Inf Jihad Ahmad Al Rasyid,” tegas Fatra M. Soltief dalam pernyataannya, Senin (26/10/2026).
Selain menuntut proses hukum yang jelas dan transparan, LMA Papua Barat Daya juga mendesak pihak TNI untuk berperan aktif dalam memberikan informasi mengenai perkembangan penyelesaian kasus ini kepada pihak keluarga, masyarakat, serta keluarga besar Suku Maya Raja Ampat.
“Kami juga meminta peran aktif dari pihak TNI dalam menginformasikan perkembangan penyelesaian kasus ini kepada pihak keluarga, masyarakat, dan keluarga besar Suku Maya Raja Ampat,” tambahnya.
Permintaan ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus hak warga masyarakat untuk mengetahui kebenaran atas peristiwa yang menimpa putra terbaik daerah mereka.
Masyarakat adat menegaskan bahwa kejelasan informasi dan transparansi sangat diperlukan guna menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum yang berjalan. (**/min)







