SORONG– Didampingi Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, SH, MAP, dan Wakil Wali Kota Sorong, H. Ansar Karim, Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indones (HAKLI ) Prof dr Arif Sumantri , SIM M,Kes, Sekretaris Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitiasi (AKKOPSI), Imam Sutupo bersama rombongan meninjau Posyandu Mutiara dan Pasien Tuberculosis (TBC) di Kelurahan Rufei Distrik Sorong Barat.

Berdasarkan data Pemerintah Kota Sorong, temuan kasus TBC sepanjang 2025 mencapai 1.003 kasus atau sekitar 95 persen dari target penemuan kasus, dengan tingkat keberhasilan pengobatan mencapai 71 persen.
Sedangkan pada periode Januari hingga April 2026, tercatat sebanyak 410 kasus TBC berhasil ditemukan dan ditangani.
HAKLI mendorong penguatan pencegahan TBC berbasis komunitas di Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Ketua Umum HAKLI Prof. Arif Sumantri, mengatakan penanganan TBC tidak hanya bertumpu pada pengobatan, tetapi harus diperkuat melalui upaya preventif berbasis sanitasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami ingin Kota Sorong menjadi model bagaimana pasien TB yang sembuh tidak kembali terpapar karena lingkungan yang tidak sehat,” ujar Arif Sumantri kepada media dalam kunjungannya di Kota Sorong, Jumat (29/5/2026).
Dikatakan, HAKLI bersama Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) dan Pemerintah Kota Sorong telah menjalin kerja sama dalam mendorong penguatan sanitasi lingkungan dan perilaku hidup sehat di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan konsep pencegahan TBC perlu dilakukan melalui pola lingkungan sehat, hidup sehat, dan makan sehat sebagai upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap penyakit menular.
Prof. Arif menilai keberhasilan pencegahan penyakit tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat maupun daerah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
“Masyarakat harus punya kemauan hidup sehat melalui hygiene dan sanitasi berbasis komunitas dengan kebersihan yang ada pada dirinya, yang ada pada lingkungannya,” ujarnya.
Ia mengibaratkan pemberdayaan masyarakat seperti memberikan kail, bukan ikan, sehingga masyarakat memiliki kemampuan dan keterampilan menjaga kesehatan lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan.
“Saya sampaikan kepada Pak Walikota, jangan kasi ikan pada masyarakat, tapi kasi kail. Kalau ikan habis, masyarakat tidak bisa mencari ikan. Tapi kalau kail, dia akan mencari walaupun ikannya habis. Jadi berikan dia pelatihan, berikan ketrampilan sehingga itu sebagai sirkular. Memberdayakan masyarakat lebih baik daripada diberdayakan,”ujar Arif Sumantri.
Dikatakan, edukasi dan pelatihan kepada masyarakat penting dilakukan agar tercipta nilai pemberdayaan yang mampu meningkatkan kualitas hidup warga. Ketua Umum HAKLI juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Sorong dalam melakukan perbaikan rumah sehat dan penataan lingkungan bersih sebagai bagian dari pengendalian penyakit berbasis lingkungan.
Sementara itu, Wali Kota Sorong Septinus Lobat mengatakan pemerintah kota terus melakukan berbagai terobosan dalam penataan kawasan kumuh, sanitasi, dan akses air bersih sebagai bagian dari peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Dikatakan Lobat, wilayah Sorong Barat menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah daerah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2024-2029.
“Kami melakukan kolaborasi lintas OPD seperti Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Dinas Perumahan untuk menangani kawasan kumuh, sanitasi, dan akses air bersih,” ujarnya.
Dikatakan, terdapat sekitar 43 titik kawasan yang menjadi perhatian pemerintah kota dan membutuhkan intervensi secara bertahap.
Lobat berharap dukungan dari HAKLI dan berbagai pihak dapat membantu Pemerintah Kota Sorong dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
“Selama 5 tahun ke depan, kita memang memperhatikan daerah-daerah kumuh, daerah-daerah yang memang susah mendapat akses. Akses air bersih, akses sanitasinya kurang, kemudian juga lingkungan, ini menjadi perhatian Kota Sorong,”ujarnya.
“Mudah-mudahan kunjungan Bapak dan Ibu ke sini membantu kami di Kota Sorong dalam rangka menyiapkan masyarakat kita untuk menjadi masyarakat yang bersih, berpenilaku hidup sehat dan bersih,”imbuh Wali Kota Sorong.
Pantauan media ini, saat mengunjungi pasien TBC, Ketua Umum HAKLI Arif Sumantri mengatakan, agar penyakitnya tidak kambuh lagi, kuncinya ada 3 hal, yakni makan yang sehat, lingkumgan yang sehat, dan hidup yang sehat.
“Jadi berapa banyak orang yang terkena itu bukan berarti menjadi masalah hidup tapi itu justru menjadi ujian hidup karena mereka diuji dengan kesabaran,”ujar Arif kepada pasien TB yang sudah sembuh. (min)






