SORONG– Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tanggal 5 Juni 2026 dan menyongsong HUT Kabupaten Sorong ke-59;tanggal 14 Juni 2026, Komunitas Keep Papua Green menggelar aksi sosial dengan membagikan 500 bibit pohon gratis kepada masyarakat.

Dalam aksi sosial pembagian 500 bibit pohon yang dipusatkan di pertigaan Alun-Alun Aimas Kabupaten Sorong turut serta driver Maxim Aimas Kabupaten Sorong dan disaksikan Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup (LH) Provinsi Papua Barat Daya (PBD), Julian Kelly Kambu, ST, M.Si dan Intelektual Moi, Manuel Syatfle, S.IP MM yang juga Sekretaris Dewan Adat Suku Besar Moi.

“Harapan kami dari pembagian bibit pohon ini kiranya masyarakat dapat membantu menjaga Papua, setidaknya apa yang kita bagikan bisa berdampak pada ekosistem di masing-masing rumah. Tanaman yang kami bagi agar dijaga karena itu suatu ekosistem yang bisa membantu lingkungan di sekitarnya agar Papua selalu hijau,”ujar Ketua Komunitas Keep Papua Green, Simon Salamuk.

Adapun 500 bibit pohon yang dibagikan berupa bibit pohon pinang, rambutan, durian dan tanaman jangka panjang lainnya. Yang banyak adalah bibit pohon pinang.
Aksi sosial peduli lingkungan yang dilaksanakan oleh Komunitas Keep Papua Green ini bukan yang pertama kali, dimana menurut Simon Salamuk, kegiatan serupa telah dilaksanakan setiap tahun.
“Dalam satu tahun kita bisa laksanakan sampai 4 kali. Terbagi Dalma 2 kegiatan yang kita lakukan yaitu penanaman dan pembibitan,”tuturnya,
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu menyampaikan terima kasih dan memberikan apreseasi kepada Komunitas Keep Papua Green yang telah melaksanakan aksi lokal tapi berdampak global.
“Mungkin semua orang sudah tahu bahwa bumi kita sudah tidak panas lagi. Sekjen PBB mengatakan, bumi ini tidak panas tapi sudah mendidih. Kenapa mendidih ? karena semua kegiatan, ulah manusia, pembangunan dimana-mana menyebabkan temperatur bumi itu naik. Tema Hari Lingkungan adalah “Saatnya Bekerja Untuk Iklim”. Ini digerakkan di seluruh dunia, mulai tanggal 5 Juni sampai tanggal 30. Gerakan aksi seluruh dunia,”ujar Julian Kelly Kambu.
Dalam gerakan aksi seluruh dunia, “Saatnya bekerja Untuk Iklim”, lanjut Kelly Kambu, salah satunya adalah menanam pohon. Dalam hal ini lanjut Kadis LH Papua Barat Daya bahwa Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan akan melakukan penanaman 2 miliar pohon di seluruh Indonesia.
Gerakan menanam 2 miliar pohon akan dilaksanakan dengan kolaborasi bersama pihak terkait.
“ Kami ber-terima kasih karena ini kepedulian dan komitmen generasi musa, anak-anak Papua yang komitmen ingin menjaga tanahnya, menjaga bumi dan menjaga lingkungan,”ujar Kelly Kambu.
Lebih lanjut dijelaskan oleh Kadis LH PBD bahwa bumi mendidih karena salah satu penyebabnya adalah adanya gas buang kendaraan yang menghasilkan karbon, dan karbon inilah yang memicu gas rumah kaca.
Sehingga untuk menyerap karbon kita harus banyak menanam pohon. “Memang ada banyak jalan menuju ke Roma. Tapi untuk menyerap karbon hanya dengan jalan menanam pohon, tidak ada solusi lain,”tandas Julian Kelly Kambu yang dikenal dengan sebutan “Pace Lingkungan”.
Mewakili driver Maxim Aimas, Sofyan mengatakan, ia dan rekan-rekannya hadir dan turut membagikan bibit pohon kepada masyarakat sebagai wujud dukungan untuk menjaga kelestarian lingkungan.
“ Program ini sangat positif bagi kami dimana kami mendukung adanya pemeliharaan lingkungan, semoga kegiatan positif selanjutnya, kami driver Maxim juga dapat berperan,” ujar Sofyan yang berharap driver Maxim Aimas selalu kompak dalam setiap kegiatan positif seperti pembagian bibit pohon yang digelar hari ini.
Sementara itu, sebagai masyarakat adat, Sekretaris Dewa Adat Suku Besar Moi, Manuel Syatfle menyampaikan terima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya dan Komunitas Keep Papua Green yang telah peduli dalam menjaga lingkungan dengan membagikan 500 bibit pohon kepada masyarakat di Papua Barat Daya dan berharap kegiatan ini terus berlanjut sehingga lingkungan di Papua Barat Daya dapat terus lestari. (min)





