Kolaborasi BI dan TNI AL, Tim ERB 2026 Siap Edarkan Rp 10, 6 Miliar di Daerah 3T

SORONG– Dengan menumpangi KRI Layaran 854, Bank Indonesia (BI) bersama TNI Angkatan Laut, Selasa (20/10/2026) secara resmi melepas Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 dari Kota Sorong untuk melaksanakan layanan kas keliling dan edukasi di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Pose bersama disela acara pelepasan Tim ERB 2026. (Foto : Rosmini/SuaraSorong.com)

Ditandai dengan melepas tali kapal  KRI Layaran 854 di Dermaga Kodaeal XIV, Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat dilepas secara  resmi oleh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Setian, Komandan Kodaeral XIV Laksamana Muda TNI Djatmoko, ST, MM, CHRMP dan pejabat lainnya.

Lepas tali kapal menandai pelepasan Tim ERB 2026. (Foto : Rosmini/SuaraSorong)

Rangkaian acara pelepasan Tim ERB 2026 diawali dengan acara seremonial di Gedung Serbaguna Frans Kaisepo Kodaeral XIV.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Papua Barat, Setian mengatakan, kegiatan ERB 2026 merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam menyediakan uang rupiah yang layak di seluruh penjuru tanah air serta memperkuat semangat kebangsaan melalui pemahaman tentang rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

Setian mengungkapkan dengan membawa 15 personel, kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 yang berlayar dari tanggal 20 –28 Oktober 2026 di wilayah Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua Barat Daya menjangkau enam lokasi tujuan yakni  Kabupaten Kaimana , Pulau Namatota , Pulau Arguni , Pulau Yellu, Pulau Sauwandarek dan Pulau Waisai Raja Ampat.

Dalam ERB Tahun 2026 memberikan layanan penukaran uang rupiah kepada masyarakat, baik secara ritel maupun wholesale, dengan membawa modal kerja sebesar Rp 10.600.000.000,00 (sepuluh miliar enam ratus juta rupiah).

Modal yang disiapkan BI mengalami peningkatan 10,4 % pada Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2025 sebesar Rp 9.600.000.000,00.

Menyasar kampung-kampung terpencil, Tim ERB 2026 juga memberikan edukasi dan sosialisasi Cinta, Bangga, dan paham rupiah kepada masyarakat di lokasi kegiatan.

Saat memegang uang dolar disayang-sayang, disimpan rapih, Setian berharap rupiah juga diperlakukan sama, tidak dilipat-lipat apalagi sampai dicoret-coret.

ERB yang dilaksanakan oleh BI setiap tahun tidak lain untuk menunjang ketersediaan rupiah di seluruh wilayah Indonesia untuk menunjang kegiatan ekonomi masyarakat tidak hanya memiliki aspek ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan kedaulatan NKRI.

Dalam hal ini, kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat bertujuan untuk menyediakan uang rupiah dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, dalam kondisi layak edar, dan tepat waktu.

Selain itu melakukan penarikan uang tidak layak edar dan menggantinya dengan uang layak edar (clean money policy).

“Memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai ciri keaslian Rupiah, cara merawat rupiah, cara bertransaksi secara aman, dan kewajiban penggunaan rupiah,”ujar Setian menjelaskan tugas dari Tim ERB 2026.

Dalam kegiatan ERB 2026, Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut juga memberikan pelayanan kesehatan dan upaya pencegahan stunting bagi warga di wilayah kepulauan Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua Barat
Daya.

Perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya ibu, anak, dan keluarga, merupakan
bagian penting dari pembangunan man usia dan peningkatan kualitas hidup.

“Dukungan serta kolaborasi lintas sektor seperti ini menunjukkan bahwa kehadiran negara di wilayah 3T tidak hanya berkaitan dengan layanan ekonomi, tetapi juga kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat,”tandas Setian.

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu dalam sambutannya yang disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Barat Daya, Yusdi Lamatenggo, S.PI, MM mengatakan, ekspedisi rupiah berdaulat bukan sekedar kegiatan pendistribusian dan penukaran uang. 

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan rupiah sekaligus mendukung Kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat,”ujar Yusdi Lamatenggo.

Rupiah adalah alat pembayaran yang sah dan juga simbol kedaulatan, identitas bangsa dan kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia.

“Kami berharap layanan penukaran uang serta edukasi cinta, bangsa dan paham rupiah dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, meningkatkan pemahaman tentang ciri keaslian rupiah, cara merawat uang serta mendorong penggunaan uang rupiah dalam transaksi sehari-hari sesuai ketentuan yang berlaku,”tandas Yusdi Lamatenggo mewakili Gubernur Papua Barat Daya.

Sementara itu Komandan Kodaeral XIV,  Laksama Muda TNI Djatmoko, ST MM, CHRMP menyampaikan amanat Asisten Operasi KSAL mengatakan, kolaborasi strategis antara TNI AL dengan Bank Indonesia membawa harapan besar agar masyarakat yang berada di daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Terpencil)  khususnya di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya dapat dengan mudah mendapatkan dan menggunakan uang layak edar.

Dikatakan oleh Komandan Kodaeral, bagi TNI AL, rupiah bukan hanya sekedar alat transaksi ekonomi melainkan simbol identitas dan manifestasi kedaulatan negara.

“Berkibarnya Merah Putih dan beredarnya rupiah di pulau-pulau terluar sebagai bentuk nyata yang menunjukkan bahwa wilayah tersebut adalah bagian yang tak terpisahkan dari NKRI,”tegas Asops KSAL sebagaimana disampaikan Komandan Kodaeral XIV Laksda TNI Djatmoko.

Dalam dukungannya mensukseskan ERB 2026, Kodaaeral XIV mengerahkan KRI Layaran 854. Menurut Dan Kodaeral XIV, KRI Layaran 854 merupakan ujung tombak TNI AL dalam menjaga keamanan di wilayah kerja Kodaeral XIV.

“Kepada tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat, dari Bank Indonesia, selamat berlayar, jadikan kapal ini sebagai rumah kedua selama bertugas. Sinergi yang terjalin ini adalah cerminan persatuan bangsa,”ujar Laksda TNI Djatmoko.

Dipenghujung acara, hadir Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu. Usai meninjau pameran foto dan UMKM, Gubernur bersama KPwBI Papua Barat Setian, Komandan Kodaeral XIV Laksda TNI Djatmoko, Komandan Pasmar 3, Brigjen TNI (Mar) Andi Rahmat menuju ke dermaga Kodaeral XIV untuk melepas Tim Ekspedisi  Rupiah Berdaulat 2026. (min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.