SORONG– Kembali berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata, anggota Komisi VII DPR RI Dapil Papua Barat Daya, Dr Rico Sia, M.Si terus berupaya membangkitkan dunia pariwisata di Provinsi Papua Barat Daya melalui berbagai kegiatan.

Seperti pada kegiatan sosialisasi bertajuk “Pengelolaan Pariwisata yang Inklusif , Aman dan Berkualitas” yang digelar di Aimas Hotel Convention Center Kabupaten Sorong, Minggu siang (2/8/2026), sebanyak 75 peserta mendapatkan pengetahuan yang begitu komprehensif dari narasumber Jesihando R Tulung, akedemisi dan praktisi yang sangat kompeten dibidang pariwisata.

Ditandai dengan penabuhan tifa sebanyak 7 kali, rangkaian acara sosialisasi dibuka oleh anggota Komisi VII DPR RI Rico Sia serta didampingi Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayaj II, Asep Safullah, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sorong Hendrik Momot, ST, M.Sc dan Narasumber Jesihindo R Tulung.

Sebagai tuan rumah, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sorong, Hendrik Momot memberikan apreseasi yang tinggi kepada anggota DPR RI Rico Sia dan Kementerian Pariwisata yang telah peduli Dalma meningkatkan sektor pariwisata di Kabupaten Sorong.
Ia berharap materi yang disampaikan dalam kegiatan sosialisasi menjadi pedoman dalam mendukung pembangunan pariwisata di Kabupaten Sorong.
Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Papua Barat Daya, Rico Sia diawal sambutannya menekankan pentingnya meningkatkan pembangunan dibidang pariwisata karena akan memberikan manfaat yang berkelanjutan.
“Di dunia pariwisata, rejeki yang ada itu akan berkelanjutan sampai ke anak cucu. Dan apa yang didapat di sana bukan hanya pariwisatanya saja, tapi juga disitu ada ekonomi kreatif dan khususnya sektor-sektor UMKM,”ujar Rico Sia.
Seperti diketahui mitra kerja Komisi VII DPR RI diantara meliputi bidang pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM dan Perindustrian. Tak heran dalam kunkernya di Dapil Papua Barat Daya, Rico Sia sangat konsen dengan dunia pariwisata.
Disela sambutannya, Rico Sia yang dalam mencairkan suasana mengajukan pertanyaan berhadiah kepada para peserta seperti apa arti amenitas, inklusif, berkualitas dan aksesibilitas.
Sementara itu menyampaikan sambutan tertulis Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Asep Saifullah menekankan tiga kunci utama dalam pengelolaan pariwisata di Kabupaten Sorong yakni, adaptasi, inovasi dan kolaborasi.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI serta pengelola destinasi menjadi faktor krusial untuk menciptakan pariwisata yang berkelanjutan.
Suasana sosialisasi tampak begitu hidup dimana narasumber yang akrab disapa Jesy menyampaikan materinya diantaranya berisi tentang “tantangan menuju pariwisata yang berkualitas” dimana ada 6 unsur didalamnya yakni amenitas, pelayanan,pengelolaan sampah, aksesibilitas, promosi dan sumber daya manusia.
Selain itu, peserta sosialisasi juga mendapatkan pengetahuan tentang “paradigma baru pariwisata” yakni dari mengejar jumlah wisatawan menuju menciptakan nilai dan keberlanjutan.
Dalam sesi tanya jawab, peserta begitu antusias menanyakan berbagai hal dibidang pariwisata. Dan peserta yang aktif bertanya pun mendapatkan cinderamata.
Sebagai bagian dari dunia pariwisata, tarian adat Papua yang ditampilkan anak-anak Papua dari Sanggar Etnik Papua pada acara pembukaan menunjukkan kekayaan budaya Papua sangat siap menunjang pembangunan pariwisata di Provinsi Papua Barat Daya. (min)







