SORONG– Berlangsung secara serentak di seluruh tanah air, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Papua Barat Daya (PBD), Kamis (24/9/2026) menggelar Rapat Pimpin Provinsi (Rapimprov) di Gedung Graha Kadin Papua Barat Daya Jln Selat Kabui No 6 Kelurahan Remu Selatan Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Rapimprov KADIN Papua Barat Daya dibuka oleh Gubernur yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Barat Daya, Dr Yusdi Lamatenggo, S.Pi, M.Si.
Ketua Umum Kadin Provinsi Papua Barat Daya, Darwanto mengatakan, Rapimprov digelar bukan hanya sekedar agenda organisasi, melainkan merupakan momen yang sangat penting dalam mengevaluasi program kerja yang sudah dilaksanakan maupun program-progrm yang akan dilaksanakan kedepan yang perlu ditingkatkan.

“Dan juga kita berharap supaya UMKM ini tidak hanya mampu bertahan, tetapi kita berusaha bagaimana supaya naik kelas,”ujar Darwanto.
Harapan yang sama disampaikan oleh Yusdi Lamatenggo bahwa KADIN itu akan sukses kalau bisa mendorong para pelaku UMKM agar suatu saat setara dengan pengusaha.

“Bapak-Ibu yang saya hormati, saya selalu ingat kata orang tua, sebaik baik manusia itu adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Jadi kalau di dunia usaha, kita berharap teman-teman anggota KADIN bermanfaat bagi UMKM,”tandas Yusdi Lamatenggo.
Ia pun kemudian menyebut nama Jhony Dawan, Ketua Umum Asosiasi Nusantara UMKM Provinsi Papua Barat Daya agar jadi pengusaha sama dengan teman- teman di KADIN bahkan kelak jadi Ketua KADIN Papua Barat Daya.
Menyampaikan sambutan Gubernur Papua Barat Daya, Yusdi Lamatenggo mengatakan, keberadaan KADIN memiliki posisi yang sangat penting dan strategis.
Dimana KADIN diharapkan menjadi salah satu mitra utama pemerintah dalam membangun ekosistem ekonomi yang sehat, produktif, inklusif dan berkelanjutan.
Ditemui media disela acara pembukaan Rapimprov, Ketuu Umum KADIN Papua Barat Daya, Darwanto mengakui Kadin Papua Barat Daya yang baru terbentuk 2 tahun masih butuh penguatan-penguatan internal. Selain itu, sebagai provinsi baru, diakuinya KADIN Papua Barat Daya juga masih menghadapi kendala.
Agar KADIN Papua Barat Daya dapat melaksanakan peran dan fungsinya secara optimal, Darwanto kembali mengharapkan adanya kerja sama dengan semua pihak.
Ditambahkan oleh Wakil Ketua Koordinator Bidang Perekonomian, Sosbin Sitorus bahwa KADIN Provinsi Papua Barat Daya tetap pada komitmen menjadi mitra pemerintah dalam membina pengusaha orang asli Papua (OAP) dalam mengembangkan karir atau usahanya
” Kami dari KADIN siap untuk itu,”ujarnya.
Sementara itu Ketua Panitia Yanto Ijie, ST menyebutkan tujuan Rapimprov diantaranya untuk meningkatkan koordinasi, sinkronisasi dan sinergi antara KADIN Papua Barat Daya dengan Kadin Kabupaten/Kota dan anggota luar biasa.
Selain itu juga untuk merumuskan rekomendasi yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi daerah, dunia usaha, investasi, hilirisasi, dan pemberdayaan pelaku usaha.
Adapun peserta dari Rapimprov terdiri dari Dewan Penasehat, Dewan Pertimbangan, Dewan Pengurus Kadin Papua Barat Daya, Ketua KADIN Kabupaten/Kota se Papua Barat Daya, dan ketua atau pimpinan anggota luar biasa Kadin Papua Barat Daya.
Pada acara pembukaan Rapimprov diikuti dengan penandatanganan MoU antara KADIN Papua Barat Daya dengan Yayasan Pengkajian dan Lembaga Bantuan Hukum UMKM Cenderawasih Indonesia.
Selain itu juga dilakukan penandatanganan kerjasama (PKS) KADIN Papua Barat Daya dengan Balai Latihan Kerja (BLK).
Rangkaian Rapimprov KADIN Papua Barat Daya diikuti dengan dialog dimana pada sesi pertama, dengam dipandu moderator Ir Andi SB Maddukelleng, MH menghadirkan narasumber Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Yusdi Lamatenggo.
Selain itu juga menghadirkan narasumber lainnya Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Papua Barat Daya, Dr Selvyana Sangkek, SE, M.Si dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Papua Barat Daya. (min)






