Gerindra Papua Barat Daya Dukung Edukasi Ecotheology, Hj. Oktasari Sabil Ajak Pemuda Peduli Lingkungan

SORONG — Upaya membangun kesadaran generasi muda terhadap kelestarian lingkungan terus dilakukan melalui berbagai pendekatan edukasi. Salah satunya melalui program Ecotheology atau ekoteologi yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap alam.

Momen foto bersama guru dan siswa usai mendapatkan sertifikat kegiafan Ecotheology. (Ist)

Program tersebut digagas Yayasan Bersama Satu Harmoni yang diketuai Syamsudin M. Djohan, S.H., sebagai bagian dari upaya menyemangati pemuda dalam momentum peringatan 98 tahun Sumpah Pemuda.

Kegiatan ini mengajak generasi muda memahami bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar persoalan sosial dan ekologis, tetapi juga merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual manusia terhadap alam.

Pelaksanaan edukasi lingkungan tersebut mengambil lokasi di kawasan bekas kebakaran hutan sagu, Jalan Kontener SP 2, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Para peserta diajak melakukan pengamatan langsung di lapangan melalui metode contextual learning untuk melihat kondisi lingkungan sekaligus memahami dampak kerusakan ekosistem.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh penjelasan dari petugas Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat Daya mengenai kondisi kawasan dan persoalan kehutanan.

Pengamatan lapangan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi lingkungan hidup oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya.

Sementara itu, materi teologi disampaikan M. Adna Firdaus, S.Ag, M.Pd dari Kementerian Agama Kota Sorong. Penyampaian materi berlangsung di Lapangan Futsal Banyu Langit, Jalan Intimpura, Kabupaten Sorong.

Untuk meningkatkan antusiasme peserta, panitia juga menyelenggarakan kuis berhadiah seputar materi lingkungan hidup dan teologi. Kegiatan tersebut menjadi sarana evaluasi sekaligus mendorong peserta lebih aktif memahami pesan edukasi yang disampaikan.

Sebelum kegiatan berlangsung, peserta dan panitia dilepas dari Sekretariat DPD Partai Gerindra Papua Barat Daya. Pelepasan tersebut dihadiri Slamet Riyadi selaku sekretaris bersama jajaran pengurus DPD Gerindra Papua Barat Daya.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Papua Barat Daya, Hj. Oktasari Sabil, S.Sos., M.Si., Ph.D., QRGP., CGOP.

Dalam kesempatan terpisah, Oktasari menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap inisiatif edukasi lingkungan yang melibatkan generasi muda secara langsung dalam upaya menjaga kelestarian alam.

Menurutnya, edukasi lingkungan melalui pendekatan keagamaan merupakan salah satu upaya membangun kesadaran masyarakat bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama.

Keterlibatan generasi muda juga dinilai penting untuk menumbuhkan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Dukungan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara organisasi masyarakat, pemerintah, dan berbagai elemen lainnya dalam memperkuat pendidikan lingkungan serta membangun karakter generasi muda yang peduli terhadap alam.

Melalui pendekatan Ecotheology, Yayasan Bersama Satu Harmoni berharap generasi muda tidak hanya memahami persoalan lingkungan secara teori, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Momentum 98 tahun Sumpah Pemuda pun diharapkan menjadi pengingat bahwa semangat persatuan dan kepeloporan generasi muda perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk menjaga hutan, merawat alam, dan melestarikan lingkungan untuk generasi mendatang. (**/min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.