SORONG-Dipimpin Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, SH, M.AP, para kepala daerah se-Tanah Papua mendeklarasikan komitmen bersama “Deklarasi Sorong” untuk mempercepat eliminasi Tuberculosis (TBC) melalui pendekatan sanitasi berbasis komunitas serta memperkuat ketahanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG),

“Deklarasi Sorong” berisi 7 poin itu diucapkan secara bersama-sama oleh seluruh kepala daerah atau yang mewakili dan disaksikan oleh Ketua Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) Dadang Supriatna, Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI), Prof Dr Arif Sumantri, perwakilan Kemenkes RI dan Badan Gizi Nasional (BGN),

“Kami Kepala Daerah Se Tanah Papua menyatakan, pertama berkomitmen mempercepat eliminiasi TB melalui penguatan hygiene sanitasi berbasis komunitas, perbaikan kualitas rumah sehat, akses air bersih, ventilasi, pengendalian hunian serta perubahan perilaku hidup bersih sehat,”ucapnya bersama-sama.
‘Dua, mendorong integrasi lintas sektor antar pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, tokoh adat, tokoh agama, perguruan tinggi , kader masyarakat dan dunia usaha dalam membangun sistem pencegahan TB yang berkelanjutan,”ucap Wali Kota Septinus Lobat yang diikuti seluruh kepala daerah Se-Tanah Papua.
Usai pembacaan deklarasi komitmen bersama, diikuti dengan penandatanganan deklarasi oleh masing-masing kepala daerah se Tanah Papua dan penyerahan cinderamata. Seperti diketahui, kegiatan Gerakan Nasional Pemberantasan Tuberculosis (TBC) Berbasis Komunitas Melelai Higiene Sanitasi dan Akselerasi Quality Control SPPG Dalma Program Makan Bergizi Gratis (MBG) digelar 29-30 Mei 2026.
Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kota Sorong mengundang seluruh kepala daerah se-Tanah Papua. Namun sayangnya banyak kepala daerah yang tidak hadir sehingga hanya diwakilkan oleh wakil ataupun Sekda, hingga asisten.
Kepala daerah yang hadir tampak Bupati Sorong Selatan, Petronela Krenak, Wakil Bupati Maybrat, Fernando Solossa, Sekretaris Daerah Kabupaten Sorong, Adi Bramantyo, Wakil Wali Kota Sorong, H. Ansar Karim, Wakil Bupati Dogyai Yuliten Anouw dan beberapa wakil kepala daerah se Tanah Papua lainnya.
0Sedangkan kepala daerah dari Provinsi tetangga Papua Barat saat diminta untuk tampil menandatangani deklarasi tampak tidak ada yang hadir. Enam gubernur di Tanah Papua tidak ada yang hadir. Gubernur Papua Barat Daya diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Julian Kelly Kambu, ST, M,Si.
Meski banyak kepala daerah yang hanya diwakili namun rangkaian deklarasi komitmen bersama eliminasi TB yang digelar Pemerintah Kota Sorong bekerjsama dengan AKKOPSI dan HAKLI berjalan lancar. Wali Kota Sorong, Septinus Lobat dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan momen penting untuk menyatukan langkah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Papua melalui pendekatan yang lebih komprehensif.
Menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta, dikaakan oleh Wali Kota Sorong bahwa kehadiran para peserta Gerakan Nasional Pemberantasan TBC Berbasis Komunitas di Tanah Malamoi merupakan bukti komitmen bersama dalam memperkuat kesehatan masyarakat di seluruh Tanah Papua.
Dikatakan oleh Septinus Lobat bahwa Pemerintah Kota Sorong terus berkomitmen mendukung program-program nasional yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Khususnya dalam peningkatakan kualitas kesehatan, penguatan sanitasi lingkungan, penanggulangan penyakit menular serta pemenuhan gizi masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Tuberculosis atau TB hingga saat ini masih menjadi tantangan serius dalam bidang kesehatan, Indonbesia bahkan masih termasuk negara dengan kasus TB tertinggi di Asia. Kondisi ini tentunya terus menjadi perhatian bersama dan membutuhkan kerja nyata dari seluruh pihak baik pemerintah, tenaga kesehatan, komunitas maupun mashyarakat. Karena itu Gerakan Nasional Berbasis Komunitas ini kita diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan dan penanganan TB melalui edukasi kepada masyarakat, peningkatan higieni dan sanitasi lingkungan serta penguatan quality control SPPG Dalma mendukung program MBG bagi masyarakat,”ucap Septinus Lobat.
Gubernur Papua Barat Daya yang diwakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu saat membacakan sambutan tertulis gubernur mengatakan, TBC bukan hanya persoalan medis tapi juga berkaitan dengan kondisi lingkungan, sanitasi, pola hidup sehat, kecukupan gizi dan tingkat kesadaran masyarakat.
“Karena itu penanganan TB tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah maupun kesehatan semata tapi diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat melalui pendekatan berbasis komunitas, terorganisir dan berkelanjutan,”ujar Kelly Kambu.
Usai membacakan sambutan gubernur mengungkapkan hasil turlapnya (turun lapangan) di Jembatan Puri belum lama ini dimana potongan ikan, cucian ikan, darah semua mengalir ke bibir pantai dimana anak-anak di sekitar sering mandi di pantai.
Karena pantai tercemar membuat kulit anak-anak gatal. Atas masalah ini Kelly Kambu mengatakan telah melaporkan kepada gubernur, kepala dinas terkait untuk menyelasaikann masalah ini.
“Coba kita sama-sama lihat barang ini, supaya jangan genetasi emas di tahun 2045 anak-anak tumbuh dengan penyakit, sakit-sakitan,”tandasnya.
Sementara itu, Ketua AKKOPSI yang juga Bupati Bandung Dede Supriyatna saat mengawali sambutannya mengakui perkembangan kemajuan Kota Sorong yang luar biasa.
Pujian itu.diberikan karena Dede Supriyatna pernah bertugas di Papua dan pernah berkunjung ke Sorong.
Lebih lanjut berbicara Gerakan Nasional, Dede Supriyatna menilai sangat tepat diawali dari Papua. Dikatakan, Kabupaten dan Kota di Indonesia berjumlah 514. “Sehingga kalau berbicara Gerakan Nasional sangat cocok dimulai dari Papua. Semoga acara ini bisa berjalan lancar dan selalu ada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa,”ucap Dede.
Dikatakan, dari 514 Kabupaten dan Kota se Indonesia tengtu pihaknya sudah melakukan komunikasi dan kolaborasi.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Wakil Menteri Kesehatan yang sudah memberikan waktu terutama Kota Sorong yang menjadi tuan rumah dalam deklarasi kepala daerah se Tanah Papua. Lanjut dikatakan oleh Dede Supriyatna bahwa TB merupakan salah satu penyakit menular, dimana TB di Indonesia nomor kedua tertinggi setelah India.
Penyakit TB itu penyakit kemiskinan, menyerang usia produktif 15-24 tahun. Stu penyakit TBC bisa menularkan 10-15 orang dan jika dihitung kerugian negara bisa mencapai Rp 40 trilun per tahun. (min)






