Diikuti 170 Peserta, RKI PKS Kota Sorong Gelar Pelatihan Perempuan Berdaya “Aku dan Diriku”

Juga Launching Duta Rumah Keluarga Indonesia

SORONG– Diikuti 170 peserta, kegiatan pelatihan Perempuan Berdaya yang mengusung tema “Aku dan Diriku” Mengenal, Menerima dan Menguatkan Perempuan dari Dalam yang digelar Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Minggu (11/4/2026) di Gedung Asrama Haji, Jln Pahlawan Kota Sorong, dibuka oleh Ketua DPD PKS Kota Sorong, Sjahrul Rudianto, A.Md.

Rangkaian acara launching Duta Rumah Keluarga Indonesia yang dinobatkan kepada Ny Nikmah. (Rosmini/SuaraSorong)

Acara pembukaan kegiatan pelatihan Perempuan Berdaya yang ditandai dengan penabuhan tifa diiukuti dengan launching Duta Rumah Keluarga Indonesia yang dinobatkan kepada Ny Nikmah, istri dari Wakil Ketua I DPRK Sorong, M. Syahrir Nurdin, S.Pd.I.

Ketua Panitia Fatmawati Dempa (ujung kanan) dalam pose bersama pemateri dan tamu undangan. (Rosmini/SuaraSorong)

Seperti yang disampaikan oleh pembawa acara bahwa Duta Rumah Keluarga Indonesia diberikan kepada Ny Nikmah karena wanita yang telah mendampingi Syahrir Nurdin selama 29 tahun itu dinilai sukses dalam mendidik 7 putera puterinya ( 2 orang almarhum) dimana salah satunya ada yang hafiz Al Qur’an 30 juz.

Ketua DPD PKS Kota Sorong Sjahrul Rudianto saat menyampaikan sambutan. (Rosmini/SuaraSorong)

Ketua Panitia Pelatihan “Perempuan Berdaya”, Fatmawati  Dempa dalam laporannya menjelaskan,  Rumah Keluarga Indonesia  hadir sebagai sebuah inisiasi strategis dan komprehensif yang digagas oleh Bidang Perempuan dan Keluarga IPK Dewan Pengurus Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) pada tahun 2011, dengan visi besar untuk memperkokoh fondasi ketahanan keluarga Indonesia.

Peserta pelatihan mengisi formulir yang dibagikan panitia. (Rosmini/SuaraSorong)

“Di era yang penuh dinamika dan tantangan modern saat ini, keluarga dituntut memiliki daya tahan yang kuat agar kita dapat menjadi pilar utama pembangunan di berbagai bidang. Kegiatan ini adalah program kerja Bidang Perempuan dan Keluarga DP PKS Kota Sorong masa bakti 2025–2030,”ujar Fatmawati.

Suasana saat pemateri telah siap menyampaikan materinya. (Rosmini/SuaraSorong)

Tujuan kegiatan pelatihan ini sebut Fatmawati, untuk membantu peserta mengenali jati dirinya secara utuh, baik dari sisi emosional, intelektual, maupun spiritual, serta menumbuhkan kesadaran diri dalam pengambilan keputusan yang sehat.

“Kegiatan ini juga mengajak peserta berdamai dengan masa lalu, menerima kekurangan, dan menghargai kelebihan diri,”tandas Fatmawati Dampa yang mengenakan blazer batik seragam panitia dengan jilbab krem

Ketua DPD PKS Kota Sorong, Sjahrul Rudianto dalam sambutannya mengajak para peseta untuk senantiasa meningkatkan kesolehan kepada Allah SWT. Dikatakan, ada 4 kesolehan kepada Allah SWT yakni kesolehan ritual, kesolehan susila,  sosial  dan kesolehan profesional.

Kesolehan susila itulah yang diwujudkan dalam Rumah Keluarga Indonesia. Rumah Keluarga Indonesia memiliki banyak program. Dan salah satu program unggulannya adalah  sekolah keluarga. “Yang saat ini diupayakan di dalam sekolah keluarga adalah dilaksanakannya pelatihan Perempuan Berdaya,”ujarnya,

Kepada tamu undangan dan para peserta, Sjahrul Rudianto juga menekankan pentingnya mencipatkan keluarga yang harmonis.

“Kunci untuk menjaga keharmonisan keluarga tentu saja masing-masing anggota keluarga harus tahu posisinya. Ayah, istri, dan masing-masing harus menerapkan posisinya dengan benar. Tentu saja hal itu dibekali dengan ilmu tentang berkeluarga—baik ilmu tentang ayah maupun tentang ibu,”jelas Sjahrul kepada media ini disela kegiatan.

Terkait dengan adanya  Duta Keluarga Indonesia dalam kegiatan pelatihan ini, dijelaskan oleh Sjarul untuk memberikan gambaran profil keluarga atau sosok ibu yang patut menjadi contoh bagi khalayak maupun masyarakat, agar bisa menjadi teladan. Dari teladan tersebut kemudian bisa memberikan dampak kepada masyarakat.

Bagaimana cara menularkan kesuksesan membina keluarga yang harmoninis kepada masyarakat? “Untuk menularkan tentu diperlukan wadah, seperti acara yang sedang dilakukan saat pelatihan ini. Di dalam pelatihan tersebut tentu akan disampaikan ilmu berkeluarga, tips-tips berkeluarga yang harmonis, dan sebagainya,”ujar Ketua DPD PKS Kota Sorong, Sjahrul Rudianto.

Tidak Perlu Oplas, Banyak Bersyukur

Usai rangkaian acara pembukaan, Kandhi Tilwidani Renleeuw,  S.Sos yang dipandu moderator tampil anggun dengan menyampaikan  materi yang sangat dinant-nantikan peserta. Mengawali materinya, Kandhi menguraikan peran perempuan dalam Islam yakni mulai sebagai hamba Allah, sebagai anak, sebagai istri dan sebagai anggota masyarakat.

Untuk menjadi Perempuan Berdaya yang perlu dilakukan pertama adalah kenali dirimu. “Kalau tidak tahu kita maunya apa, maka kadang uring-uringanlah, marah-marahlah, ngambek-ngambekanlah,  baperanlah. Itu cirinya kita ngga tahu apa yang kita mau. Kadang sudah tahu tapi tidak terima,”ujarnya.

Kepada suami, Ia berpesan untuk jangan sering apalagi jika tiap hari baperan yang bisa jadi masalah akhirnya suami jarang pulang ke rumah.

“Jadi pastikan bu, kita taarufan terus sama diri sendiri, kenali terus diri kita. Karena setiap hari diri kita berubah dan bertumbuh. Kita yang hari ini bu, tidak sama dengan kita yang kemarin bu. Suamik kita juga sama bu, tema kita, orang tua kita,ipar-ipar, komunita, yang kemarin tidak sama dengan hari ini. Makanya kenali diri kita yang hari ini, kenali orang lain yang hari ini. Jangan diungkit-ungkit yang lalu, yang lalu sudah berlalu,”ujarnya.

Suka mengingat-ingat masa lalu akan menjadikan seseroang overthingking, selain itu kepada peserta, Kandhi juga mengingatkan untuk tidak perlu cemas memikirkan hal-hal yang belum terjadi. Bahwa Allah SWT yang telah menciptakan tubuh manusia dengan semupurna,semua ini harus disyukuri.

“Banyak-banyak bersyukur bu. Dari ujung rambut sampai ujung kaki semua ini titipan, tolong dijaga. Tanpa perlu oplas (operasi plastik). Hari ini  kita lagi dengar-dengar orang oplas ya, padahal tidak perlu  oplas. Yang menciptakan kita sudah tahu, kalau hidung saya sama denga orang bule, nantu kurang cantiknya,”ujar Kandhi sambil tertawa tipis.

Dalam uraian materinya, wanita cantik yang dalam Pemilu Legislatif 2025  lalu maju sebagai Caleg DPR RI dari PKS secara gamblang menjelskan potensi diri yang diciptakan oleh Allah SWT kepada manusia. 

Selain itu apa yang menjadi penyakit akal/pikiran juga dijelaskan satu persatu yakni mulai dari lemah daya ingatan, otak sulit  berkosentrasi, sering melamun, stres, depresi, merasa kesepian, over thinking dan brain rot.

Perhatian peserta pada tampak tertuju ke layar saat ditampilkan 10 karakter  muslimah sejati. Bahwa muslimah sejati itu yang pertama memiliku akidah yang bersih, kemudian ibadah yang benar, akhlak yang kokoh, memiliki kekuatan jasmani, cerdas dalam berfikir, berjuang melawan hawa nafsu, pandai menjaga waktu, teratur dalam urusannya, memiliki kemampuan mandiri secara finansial serta bermanfaat bagi  orang lain.

Suasana pelatihan mulai hidup saat pamateri Kandhi menghampiri peserta dan menanyakan apa yang dirasakan saat bangun tidur, siapa yang  langsung memegang HP,”tanya Kandhi yang langsung disahut acungan jari dari sejumlah peserta dengan senyum-senyum bahagia.

“Pelatihan ini sangat bagus,murah lagi, ada snack, makan siang, dan dapat sertikat lagi. Yang utama dari pelatihan ini kita dapatkan ilmu yang sangat bermanfaat,”ujar salah satu peserta sambil menikmati makan siangnya.

Dalam rangkaian acara pembukaan,hadir sejumlah pimpinam organisasi wanita dan tamu undangan lainnya. (min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.