SORONG– Dalam rangkaian acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Bank Pembangunan Daerah Papua dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Jumat (7/8/2026) di Vega Prime Hotel, Bank Papua menyerahkan bantuan CSR berupa 6 unit kendaraan roda tiga pengangkut sampah dan 2.100 bibit pohon mahoni kepada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Papua, Yuliana D. Yembise kepada Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos yang selanjutnya diterima Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, ST. M.Si.
Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Pembangunan Daerah Papua, Matheus A. Mual mengatakan, bantuan CSR berupa 6 unit kendaraan roda tiga pengangkut sampah yang diberikan tidak lain sebagai wujud kepedulian Bank Papua terhadap lingkungan hidup di Provinsi Papua Barat Daya, khususnya dalam menjaga kebersihan.
Sebelumnya pada 5 Juni lalu bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Se Dunia, Bank Papua menyerahkan 2.100 bibit pohon mahoni.
“Kami harapkan dari Bank Papua dapat membantu menjaga lingkungan hidup, khususnya di Provinsi Papua Barat Daya,”jelas Matheus A. Mual kepada media.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu mengatakan, penyerahan bantuan CSR dari Bank Pembangunan Daerah Papua untuk memotivasi perusahaan atau perbankan lainnya di Provinsi Papua Barat Daya, untuk tidak hanya berinvestasi mengejar ekonomi tapi ekologi dan lingkungan hidup itu juga harus diperhatikan.
“Sebab sebaik apapun pertumbuhan ekonomi tapi kalau ekologinya tidak diperhatikan maka akan datang bencana,”ujar Kelly Kambu.
Dikatakan, hari ini kita berada pada bumi yang tidak panas lagi, tetapi bumi yang sudah mendidih, sehingga kita harus banyak menanam pohon.
“Kami mendapat instruksi dari Menteri Lingkungan Hidup, tahun ini harus menanam di seluruh Indonesia, 2 miliar pohon, sehingga hal ini akan menjadi daya dongkrak bagi kami, Bank Papua menambah darah kepada kami, dan juga mengingatkan perusahaan-perusahaan yang lain. Kalau Bank Papua bisa, masa yang lain tra (tidak) bisa,”ujar Kelly Kambu.
Dikatakan, dari kebijakan yang sudah jalan ini, jangan kita menunggu sampai bumi ini semakin panas, terjadi bencana iklim yang sangat luar biasa sehinga terjadi kebakaran dimana-mana, longsor dimana-mana, banjir dimana-mana baru semua sadar.
Dari 6 unit bantuan kendaraan sampah yang diterima, Julian Kelly Kambu mengatakan, 1 unit akan diberikan ke Kabupaten Raja Ampat, 2 unit ke Kabupaten Sorong, dan 4 unit di Kota Sorong.
Bantuan motor sampah diberikan kepada kelompok yang sudah bekerja, fokus mengelola sampah.
“Kami punya pengalaman di kota, kami bagi 12 unit motor hanya pakai untuk eksen, tidak jalan. Yang ini kami perketat dan akan melakukan pengawasan sehingga 6 motor ini benar-benar bermanfaat untuk kelompok yang melakukan aktifitas pemilahan atau pengolahan sampah,”ujar Kelly Kambu.
Ia juga berharap kepada pemerintah bahwa setelah Bank Papua menyalurkan bantuan CSR, bukan berarti pemerintah terus jalan mencari CSR di perusahaan-perusahaan.
Tapi pemerintah juga harus menganggarkan pengadaan sarpras (sarana prasarana) sampah. Karena menurutnya, sampah kini jadi prioritas nasional dan merupakan sudah perintah presiden.
“Kemudian di Mendagri juga sudah ada surat edaran, sampah jadi prioritas nasional. Sehingga pemerintah provinsi, kabupaten dan kota wajib anggarkan di dalam APBD. Karena akan ada penilaian bagi kepala daerah yang berhasil dalam mengelola sampah,”pungkas Kelly Kambu. (min)







