SORONG– Untuk pertama kalinya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong menggelar Coffee Morning Kebencanaan di Kota Sorong, Jumat (28/8/2026).

Kepala BPBD Kota Sorong, Herlin D. Sasabone, ST, MM mengatakan, Coffee Morning diikuti sejumlah mitra yang turut berperan membantu BPBD Kota Sorong dalam mengatasi kebencanaan di Kota Sorong seperti TNi, Polri, OPD terkait, aparat kelurahan, distrik termasuk insan pers.

“Tujuan daripada Coffee Morning kebencanaan ini lebih kepada kita melakukan upaya diskusi tentang penanganan yang ada, bagaimana perbaikan-perbaikan yang harus kita lakukan,”ujar Herlin Sasabone.
Dalam Coffee Morning, Kepala BPBD Provinsi Papua Barat Daya, Dr George Yarangga, A.Pi, MM menyampaikan materi yang mengungkapkan beberapa jenis potensi bencana di Papua Barat Daya seperti bencana hidrometeorologi yang meliputi bencana banjir, banjir bandang, tanah longsor, cuaca ekstrem, kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.
Selain itu juga ada bencana geologi seperti gempa bumi, tsunami dan tanah longsor.
Mengatasi bencana di Papua Barat Daya, George Yarangga mengatakan pentingnya kerja sama dengan semua pihak termasuk dengan komponen masyarakat
Terkait dengan kekeringan yang melanda Papua Barat Daya saat ini, dalam sesi tanya jawab, Kepala Kantor SAR Sorong, Monce Brury menanyakan kepada Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I DEO Sorong terkait dengan kondisi kekeringan saat ini apakah bisa diterapkan modifikasi cuaca.
“Kalau di kota-kota lain, di luar dari kota Jawa, kekeringan mereka bisa datangkan hujan, kemudian hujan bisa datangkan musim panas. Jadi apakah dengan cuaca yang ada di Papua Barat Daya ini kita bisa melaksanakan sistem modifikasi cuaca?. Itu yang pertama. Karena dampak kekeringan ini bukan cuma kekeringan, tapi juga kebakaran,”ujar Monce Brury.
Dikatakan, saat ini Kota Sorong masih terkena dampak kebakaran, tetapi kita belum tahu 2-3 hari atau 2-3 minggu ke depan bisa akan muncul kekeringan.
“Dan masing-masing warga akan menuntut air bersih, sedangkan air yang kita punya ini semakin hari semakin surut. Itu yang pertama,”tandasnya.
Selain itu Ia juga menyarankan agar Papua Barat Daya memiliki titik hidran. “Jadi saat kebakaran ini bukan kita cari air lagi tapi kita punya titik-titik hidran. Mobil itu dia tahu lokasi mana kita kebakaran, disitu ada hidran, disitulah dia bisa ambil air,”ujarnya.
Kepala Kantor SAR Sorong, Monce Brury juga menilai kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Papua Barat Daya terjadi karena unsur kesengajaan.
“Berbeda kalau kita di wilayah Kalimantan, karena itu gambut, sehingga dengan panas yang cukup ekstrim dia bisa menimbulkan api.
Tetapi sebagian besar di Sorong ini ya kalau saya lihat itu hanya faktor kesengajaan. Antara lain untuk merokok, bakar sampah, atau memang disengaja untuk membuka lahan,”ulasnya.
Menanggapi pertanyaan Kepala Kantor SAR, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I DEO Sorong, Ahmad Bisri, ST MM menjelaskan bahwa untuk operasi modifikasi cuaca seperti yang pernah diterapkan di KTT Asean d Bali beberapa waktu lalu bisa dilakukan setelah ada keputusan darurat bencana yang diusulkan dari daerah kepada BNPB.
Ahmad Bisri juga menjelaskan operasi modifikasi cuaca butuh biaya yang sangat besar, dimana mendatangkan bahan-bahannya
saja butuh anggaran hingga miliaran rupiah.
Dari kegiatan Coffee Morning Kebencanaan, Kepala BPBD Kota Sorong Herlin Sasabone mengatakan untuk saran perlu adanya titik hidran, langsung direspon oleh Kepala BPBD Papua Barat Daya George Yarangga bahwa memang di provinsi ada pengadaan hidran tahun ini.
“Dan itu nanti tinggal meminta kesepakatan dari Kabupaten Kota untuk penempatan hidran tersebut,”ujar Herlin Sasabone.
Yang pasti tandas Herlin Sasabone pada kegiatan Coffee Morning ini banyak masukan yang didapatkan.
“Dan kami berharap bahwa dengan kumpulnya mitra penanggulangan bencana yang ada ini
lebih memperkuat kita dalam upaya-upaya penanganan terhadap berbagai potensi kejadian bencana yang ada di Kota Sorong,”pungkas Kepala BPBD Kota Sorong, Herlin Sasabone.
Dalam sessi diskusi, Asisten I Setda Kota Sorong, Jeremias Gembenop,S. Sos, MH turut menyampaikan saran, usul dalam mengatasi bencana di Kota Sorong. (min)









