Suasana Haru Warnai Acara Perpisahan
SORONG – Suasana tangis haru mewarnai acara perpisahan General Manager (GM) Vega Prime Hotel Agus Sunarto di Polaris Ball Room Vega Prime Hotel, Jumat (25/09/2026).

Pamit dari Vega Prime Hotel, Agus Sunarto mengadakan acara perpisahan bersama managemen dan karyawan Vega Hotel, setelah dirinya berhenti sebagai GM Vega Hotel per tanggal 25 September 2026.
Mulai dari nol, Agus Sunarto telah menahkodai hotel kuning itu sejak berdiri tahun 2018 hingga September 2026.
Dalam acara perpisahan, karyawan yang kompak mengenakan baju putih dari tiap-tiap departemen bersama timnya naik ke atas panggung untuk menyampaikan kesan dan pesannya terhadap Agus Sunarto selama memimpin Vega Hotel.
Saat naik ke atas panggung baik unsur managemen maupun karyawan semua tidak bisa menahan kesedihannya, karena bagi mereka Agus Sunarto tidak hanya sebagai seorang pemimpin tapi sudah dianggap sebagai mentor dan orang tuanya sendiri.
Agus Sunarto selain dikenal sebagai sosok yang tegas, keras, disiplin, inovatif dan banyak ide-ide kreatif, juga memiliki sifat kebapakan dan penuh perhatian terhadap karyawan.
Sementara itu dalam sambutannya, Agus Sunarto menyampsikan banyak terimakasih kepada owner Vega Prime Hotel dan keluarga, jajaran direksi PT. Vega Bintang Prima, department head serta seluruh karyawan.
“Saat ini saya sangat bahagia, sangat bangga, sangat terharu, bagaimana perjalanan saya sampai di hotel ini, dan bagaimana progres saya di hotel ini. Tahun 2018 saya pertama kali masuk di sini memang masih dalam perjuangan yang sangat panjang, kita juga tidak bermimpi dan belum punya angan-angan akan seperti saat ini,” ujarnya.
Ia mengucapkan terimakasih yang tak terhingga, karena seluruh karyawan selama ini telah mensupport Agus Sunarto selaku GM untuk memimpin hotel ini mulai dari nol sampai sekarang.
“Dulu hotel Vega ini memiliki 100 kamar sekarang sudah dua kali lipatnya, dulu sekian ruang meeting sekarag jadi dua kali lipatnya. Keberhasilan ini bukan semata-mata dari saya tapi adalah kumpulan-kumpulan dari aktifitas Bapak-Ibu dan teman-teman semua setiap harinya, yang dapat menyelesaikan pekerjaan dan tanggung jawabnya dengan sempurna, dari situlah muncul ide-ide, program-program, sehingga saat ini Vega jadi hotel yang leading di Sorong Papua Barat Daya,” terangnya.
Agus juga menceritakan perjalanan kariernya dari bawah hingga bisa dipercaya menjadi GM dan direktur. Agus telah malang melintang meniti karier di sejumlah hotel di Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga akhirnya ke Sorong.
“Saya masuk hotel itu prinsipnya hanya 2 pilihan. Pertama, hotel itu masih baru, kedua, hotel itu dalam kondisi kritis. Tatkala hotel itu baru, kita enak di sirkuit yang masih baru, orang-orangnya masih baru, kita coba bareng, kita mapping bareng. Dan kalau hotel yang sedang kritis, ibarat orang sakit kita bisa mendiagnosanya dengan baik, sehingga kita bisa tepat untuk menyembuhkannya. Kalau orang itu sembuh daya imunnya atau kekebalannya lebih baik. Dan yang paling lama saya bekerja di hotel adalah di Vega Prime Hotel ini yaitu 8 tahun 7 bulan,” ungkap pria yang hobi tenis meja itu.
Apa langkah Agus Sunarto kedepan? “Saya masih tetap di Sorong, saya masih berusaha bergelut di bidang hospitality. Di Umur saya yang sudah memasuki masa pensiun ini, tenaga saya sudah mulai renta, pikiran saya sudah tidak seperti dulu lagi, maka saya harus berpikir untuk mengurangi kegiatan saya. Kedepan selain di hospitality saya mungkin akan mengajar dan membuka satu konsultan. Saya masih ingin ikut berkontribusi membangun Kota Sorong,” tegas pria asli Trenggalek Jawa Timur penggemar motor Vespa itu. (**/min)






