SORONG– Gubernur Papua Barat Daya (PBD) Elisa Kambu menyebut pelantikan Lembaga Pemberdayaan dan Advokasi Perempuan Politik dan Demokrasi (LPAP2D) Provinsi Papua Barat Daya sebagai sebuah peristiwa penting dan bersejarah bagi kebangkitan perempuan Papua, khususnya di Papua Barat Daya.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Elisa Kambu dalam sambutannya saat menghadiri pelantikan pengurus LPAP2D Papua Barat Daya di salah satu hotel di Kota Sorong, Selasa (6/1/2026).
Pelantikan pengurus LPAP2D yang diketuai Sofia Maipauw mengusung tema “Saat Perempuan Saling Menggenggam Tangan, Mereka Bukan Hanya Membagi Kehangatan, Tetapi Juga Membangun Solidaritas, Bersatu, dan Berjuang Bersama dalam Satu Hati Kekuatan untuk Keadilan dan Kemajuan”.
Gubernur Elisa Kambu menegaskan pentingnya dukungan terhadap perempuan Papua Barat Daya agar terus maju dan berperan aktif di berbagai sektor. Menurutnya, saat ini tidak ada lagi perbedaan peran antara laki-laki dan perempuan.
“Perempuan Papua Barat Daya harus maju. Ini sudah waktunya. Tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Kehadiran LPAP2D merupakan hasil evaluasi panjang dan komitmen kuat untuk menghadirkan lembaga yang benar-benar berpihak pada perempuan,”ujarnya.
Ia berharap LPAP2D dapat memberikan manfaat nyata bagi perempuan, khususnya sebagai wadah berbagi pengalaman dan peningkatan kapasitas, terutama di bidang vokasi.
Gubernur juga menekankan bahwa perempuan sebenarnya memiliki potensi besar, hanya saja masih ada yang ragu dan takut untuk melangkah.
“Potensi itu ada. Mereka sangat bisa, tinggal tergantung niat. Kehadiran lembaga ini diharapkan dapat memainkan peran penting dalam mendorong kepercayaan diri perempuan,”tambahnya.
Lebih lanjut, Gubernur Elisa Kambu menyoroti pentingnya keterlibatan perempuan di lembaga legislatif, birokrasi, dunia usaha, serta organisasi kemasyarakatan.
Ia berharap ke depan keterwakilan perempuan dapat semakin meningkat dan merata di berbagai bidang.
Sementara itu, Ketua LPAP2D, Sofia Maipauw menyampaikan bahwa lembaga tersebut tidak hanya fokus pada isu perempuan dan politik, tetapi juga pada penguatan perempuan di sektor ekonomi dan sosial.
LPAP2D akan hadir untuk mendampingi berbagai kelompok perempuan kepentingan.
“Kelompok perempuan kepentingan itu seperti mama-mama pasar, perempuan di sektor kesehatan, hingga perempuan yang berprofesi sebagai guru. Banyak persoalan yang mereka hadapi, termasuk hak-hak mereka, dan itu yang akan kami advokasi,”jelasnya.
Ia menegaskan bahwa LPAP2D akan fokus pada pemberdayaan perempuan dari berbagai latar belakang tanpa diskriminasi, sehingga seluruh elemen perempuan dapat merasakan manfaat yang sama.
“Lembaga ini sangat representatif. Kami bicara tentang perempuan tanpa melihat latar belakang. Kepentingan kami adalah perempuan,”tegasnya.
Tema genggaman tangan yang diangkat dalam pelantikan tersebut menjadi simbol kekuatan perempuan yang dibangun melalui kebersamaan, solidaritas, dan keberagaman dalam memperjuangkan keadilan serta kemajuan bersama. (min)







