SORONG – Setelah 10 tahun “mangkrak” bangunan gedung Rumah Sakit (RS) Siloam di Jln Pahlawan Kota Sorong dianggap tidak layak sehingga pihak Siloam International Hospital akan membangun kembali Gedung Rumah Sakit Siloam yang representatif sesuai standar international.

Hal ini terungkap dari hasil kunjungan Presiden Direktur (Presdir) Siloam International Hospital, David Utama bersama Gubernura Papua Barat Daya Elisa Kambu, Angggota BP3OKP, Otto Ihalauw dan rombongan di lokasi pembangunan Gedung RS Siloam di Jln Pahlawan, Kota Sorong, Rabu siang (4/5/2026).

Saat berada di lantai 1 Gedung RS Siloam, Presdir Siloam didanpingi Legal Director Erwin Aditya dan Gubernur beserta rombongan merasakan di lantai 1 bergetar sehingga tim teknis Siloam yang menangani proyek pembangunan RS Siloam menilai bangunan itu sudah tidak layak.
“Ini baru segini pak (manusia) sudah terasa goyang, belum ada alat. Kalau rumah sakit itu manusia beban jalan,alat beban mati,”jelasnya.
Menilai konstruksi bangunan yang ada sudah tidak layak sehingga harus dibangun kembali dari nol, dalam perbincangan dengan Gubernur Elisa Kambu, Presdir Siloam menanyakan pengadaan alat-alat bangunan seperti pasir, batu.
“Pasir, batu semua ada. Kalau pasir saya rekomendir bawa dari Palu, kualitasnya bagus,”ujar Elisa Kambu.
Dari hasil pertemuan, di Hotel Aston Presiden Direktur Siloam International David Utama menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Sorong dan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya kepada Siloam yang akan hadir di Kota Sorong,Papua Barat Daya.
Dalam pembangunan rumah sakit, Siloam memiliki standar dalam pembangunan rumah sakit.
“Di Siloam, kami memiliki tiga jenis rumah sakit, jika termasuk layanan tambahan, ada empat yakni premium memfokuskan pada 1 atau 2 center of excellence, premium generalis yang memfokuskan pada 4 sampai 6 center of excellence, ketiga, value seeker, menyediakan affordable health care dan community generalis yang diperuntukkan bagi BPJS,”terang Presdir Siloam, David Utama kepada media.
Dalam proses hadirnya RS Siloam di Kota Sorong, dikatakan David, setelah perizinan dan semua persyaratan dipenuhi, maka dirinya akan kembali ke kantor pusat di Jalarta untuk mendapatkan approval dan penentuan tipe rumah sakit berdasarkan keberadaan di Sorong, termasuk tenaga medis dan spesialis yang dapat dikirim dari Jakarta.
“Kami sangat berkomitmen, dengan dukungan dari pemerintah provinsi dan Kota Sorong, untuk menyediakan akses dan pelayanan kesehatan yang memiliki standar internasional,”tandasnya.
Untuk bentuk layanan Rumah Sakit Siloam, pihaknya akan diskusikan lebih lanjut, berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota dan Provinsi, yang memahami kebutuhan lokal.
“Yang pasti kami bertekad untuk memberikan yang terbaik,”imbuh David.
Menanyakan target kapan resminya RS Siloam beroperasi di Kota Sorong, dikatakan oleh David Utama, Presdir Siloam bahwa jika perizinan semua selesai tahun ini, maka pihaknya memulai dengan konstruksi juga tahun ini.
“Kami harus komitmen untuk menyelesaikan semuanya agar birokrasi tidak menjadi hambatan,”tandasnya.
Setelah disambut baik oleh Pemerintah Kota dan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, dikatakan dengan hadirnya RS Siloam maka masyarakat akan mendapatkan manfaat dari kehadiran rumah sakit internasional ini, bukan hanya untuk kepentingan nasional, tetapi juga untuk masyarakat asli Papua.
“Kami berkomitmen untuk memberdayakan tenaga kerja lokal. Di grup Siloam, kami memiliki rumah sakit pendidikan dan universitas. Setiap tahun, kami meluluskan 600-700 perawat lokal yang memperoleh beasiswa untuk pendidikan mereka,”terangnya.
“Kami juga ingin mengedukasi siswa-siswa terbaik dari wilayah ini untuk menjadi perawat dan kembali melayani masyarakat,”tambah David Utama, Presiden Direktur Siloam International Hospital.
Saat meninjau Gedung Siloam yang dibangun berlantai 6, tampak serpihan kaca berserakan di jalan masuk lantai parkiran.
Beberapa kaca Gedung Siloam pecah terkena lemparan dalam aksi demo massa beberapa tahun lalu
Pak Hosio yang mengaku 16 tahun menjaga Gedung Siloam di Pahlawan tampak terus mendampingi rombongan Gubernur dan Presdir Siloam.
Dari kesetiaannya menjaga Gedung Siloam tersebut, Presdir David pun menawarkan Hosio untuk bekerja di Siloam dengan menjaga Gedung Rumah Siloam setelah beroperasi nanti. (**/min)





