BANDA ACEH- Zisilia Gloria Stepanie Mailoa yang akrab disapa Fani tak mampu membendung rasa sedihnya setelah kalah dalam pertandingan melawan atlet judo Provinsi Papua, Silvania di Gelanggang Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Rabu, 12 September 2024.

Bersama pelatih, Jonadap Watimena. (Rosmini)
Dengan tubuh yang masih basah keringat, Fani mengatakan dalam pertandingan yang berlangsung 2 menit 13 detik, Ia telah memberikan yang terbaik bagi Provinsi Papua Barat Daya.

Stepanie Mailoa dalam tanding lawan atlet Papua. (Rosmini)
“Saya merasa sedih, saya sudah berusaha yang terbaik. Terima kasih kepada Tuhan Yesus, kepada pelatih yang selalu memberikan support, saya tidak bisa membalas semua kebaikan dari pelatih dan teman-teman dalam tim yang selalu mendukung, ya ini hasilnya saya sudah berupaya,”ujar Fani dengan meneteskan air mata.
Peraih medali perak pada PON XX di Papua 2021 lalu mengakui, di usia yang tak muda lagi –diatas 30 tahun lebih, Ia memberikan motivasi kepada atlet-atlet muda di ujung timur, kepala burung Papua untuk tetap semangat latihan agar bisa sampai di even nasional maupun internasional.
Seperti diketahui, Fani yang sehari-hari ASN pada Dinas Pendidikan dan Olaharaga Provinsi Papua Barat mengaku PON XXI ini merupakan yang kelima kalinya yang Ia ikuti .
Pengalaman tanding sebagai atlet Judo yakni pada PON XVII di Samarinda Provinsi Kalimantan Timur tahun 2008, kemudian PON XVIII di Pekanbaru, Riau tahun 2012, PON XIX di Bandung, Jawa Barat tahun 2016, PON XX di Jayapura, Papua tahun 2021 dan PON XXI di Aceh-Medan tahun 2024.
Pada PON XX di Jayapura, Papua tahun 2021 lalu, Fani berhasil meraih juara 2 dengan membawa pulang medali perak.
“ Kita harus membangggakan tanah kita, kita harus berbuat yang terbaik untuk tanah kita. Saya merasa sedih, terbeban juga dengan hasil yang saya berikan. Inilah hasil saya, pelatih juga sudah berupaya, tapi saya rasa terbeban dengan yang sudah membantu saya sampai di tempat ini,”ujar Fani masih dalam rasa sedih yang mendalam lantaran belum berhasil mempersembahkan medali di PON XXI Aceh-Sumut.
Seperti dikatakan oleh Jonadap Wattimena, karena faktor usia yang tidak muda lagi, PON XXI Aceh-Sumut ini merupakan PON terakhir yang diikuti Fani Mailoa. (ros)