SORONG– Menyusul akan berakhirnya masa jabatan pengurus BPD KKSS Kota Sorong dengan Ketua Syamsudin Djohan, SH pada 15 September 2025, belum lama ini telah dibentuk panitia untuk persiapan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) BPD KKSS Kota Sorong untuk memilih pengurus baru periode 2025-2030.
Wakil Ketua Umum BPD KKSS Kota Sorong, H. Muhammad Taslim, S.Pd, M.Pd yang dikonfirmasi membenarkan bahwa panitia SC (steering commite) atau panitia pengarah dan OC (organizing commite) atau panitia pelaksana Musda KKSS Kota Sorong sudah dibentuk.
“Sekarang ini panitia lagi bergerak mempersiapkan Musda karena tanggal 15 September 2025,masa jabatan pengurus sebelumnya berakhir. Jadi kurang lebih 2 bulan ini, panitia bekerja sehingga pelaksanaan Musda bisa berjalan lancar,”ujar H. Taslim yang ditemui media ini disela acara Penguatan Kemandirian Ekonomi Regional Melalui UMKM Halal yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Papua Barat di Ballroom Antares Vega Prime Hotel, Selasa (22/7/2025).
Dalam pelaksanaan Musda KKSS Kota Sorong, H. Taslim berharap muncul para calon ketua yang punya kualitas, integritas untuk memimpin warga KKSS di Kota Sorong .
“Karena kita tahu bahwa warga KKSS memberikan kontribusi khususnya pada perekonomian di Kota Sorong dan pada dunia pendidikan. Untuk itu bagaimana potensi ini bisa dikelola oleh pemimpin KKSS Kota Sorong mendatang,”tandas H. Taslim yang juga mantan anggota DPR Kota Sorong periode 2019-2024.
Lebih lanjut H. Taslim yang juga Ketua Majalis Pertimbangan Wilayah (MPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Papua Barat Daya mengungkapkan, untuk mekanisme pelaksanaan Musda KKSS Kota Sorong mendatang, dimana para kandidat ketua harus mengantongi rekomendasi dari ketua rayon/pilar yaitu kabupaten-kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
“Nanti SC yang rumuskan apakah perlu 2 rekomendasi atau 3, tergantung dari Keputusan dari SC bahwa mereka benar-benar mewakili dari kerukunan,”jelasnya.
Perlunya mengantongi rekomendasi dari masing-masing rayon dari Sulsel untuk menunjukkan bahwa para kandidat ketua itu maju itu sudah ada dukungan awal dari ketua rayonnya masing-masing.
Lebih lanjut, H. Taslim yang ditanya siapa-siapa saja kandidat ketua yang akan maju meramaikan Musda KKSS Kota Sorong, dikatakan bahwa dari informasi yang didapatkan baik percakapan di media sosial maupun dari masyarakat KKSS disebutkan ada nama Ismail (pejabat di Pemprov PBD), kemudian H. Saleh Maro.
“Termasuk saya sendiri juga berkeinginan maju jika masyarakat KKSS memberikan amanah. Karena saya tahu bahwa pimpinan KKSS ini adalah amanah yang harus kita emban dan bagaimana KKSS bisa kita bawa untuk menghadirkan kedamaian, keamanan di Kota Sorong,”ujar H. Taslim.
Dikatakan, dalam perannya, KKSS perlu bersinergi dengan pemerintah untuk menghasilkan agar bagaimana Kota Sorong ini aman, bagaimana warga KKSS bisa berkontribusi dalam pembangunan di Kota Sorong yang kita cintai ini.
“Apalagi Kota Sorong sekarang menjadi ibukota provinsi Papua Barat Daya, tentu ada perkembangan-perkembangan. Karena itu warga Sulsel harus bisa menyesuaikan diri,”imbuh H. Taslim.
Lanjut dikatakan, warga KKSS di Kota Sorong yang berjumlah sekitar 60 ribu hingga 70 jiwa selama ini memiliki kontribusi yang sangat signifikan, khususnya bidang perekonomian di Kota Sorong.
“Tapi sebenarnmya perlu diperkuat lagi sinergitas dengan pemerintah dengan KKSS sehingga bagaimana KKSS bisa memberdayakan warganya dengan hadir memberikan kontribusi dan memberikan hal positif bagi warga KKSS di Kota Sorong,”tandasnya.
Namun sebaliknya, tandas H. Taslim, jangan justru warga memberikan hal negatif di Kota Sorong. Karena itu kehadiran BPD KKSS Kota Sorong sangat penting agar bagaimana melalui pilar atau rayon-rayon yang ada dapat memberikan pembinaan, sehingga warga KKSS pada gilirinya dapat memberikan kontribusi positif kepada pembangunan di Kota Sorong.
Dalam pelaksanaan Musda KKSS mendatang, H Taslim berharap dapat menyatukan warga KKSS dan memberikan kesejukan sehingga semua proses dapat berjalan lancar.
“Dan kalau bisa saya tekankan kepada SC supaya membuat aturan permainan yang bagus dan bersaing secara sehat, jangan ada money politik. Karena ini adalah kepemimpinan untuk masyarakat yang sifatnya sosial, di sini tidak ada gaji sehingga memang diperlukan pendekatan moralitas dan sosial,”harap H. Taslim mengakhiri perbincangan. (min)