SORONG – Dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi serta meningkatkan kedekatan antara Polri dan masyarakat, Polda Papua Barat Daya (PBD) melaksanakan kegiatan Minggu Kasih bersama jemaat Gereja GKI Klasis Sorong, Pos Pelayanan Makedonia, yang berlokasi di Jalan Kanal Victory KM 10, Kelurahan Pantai, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (08/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIT tersebut dihadiri Wakapolda Papua Barat Daya, Dirreskrimum Polda Papua Barat Daya, serta Kasubbid PID Bidhumas Polda Papua Barat Daya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda turut mengikuti seluruh rangkaian ibadah bersama para pendeta dan jemaat sebagai bentuk kebersamaan serta upaya membangun komunikasi yang harmonis antara Polri dan masyarakat.
Ibadah Minggu Kasih tersebut diikuti sebanyak 114 jemaat, yang terdiri dari 30 orang Persekutuan Kaum Bapak (PKB), 58 orang Persekutuan Wanita (PW), 12 orang Persekutuan Angkatan Muda (PAM), serta 14 orang Persekutuan Anak dan Remaja (PAR).
Pelaksanaan ibadah dipimpin oleh Pdt. Lena Sarwom Burdam, S.Th., dan Pdt. Musa Maratar, S.Th., serta didukung oleh majelis jemaat Pos Pelayanan Makedonia yang terdiri dari Pnt. Anjani Sampe selaku Wakil Sekretaris Jemaat Maranatha Remu, Pnt. W. Dasnarebo selaku Koordinator Rayon, Pnt. P. Dori, Pnt. M. Huwae, Pnt. J. Lumalessil, Sym. R. Rumi, Sym. J. Wondoy, Sym. S. Sarwa, dan Sym. G. Malak. Sementara itu, pelayanan musik keyboard dibawakan oleh Kettleen Noya dan prokantor oleh Vera Nikjuluw.
Usai mengikuti rangkaian ibadah, Wakapolda Papua Barat Daya Kombes Pol Fernando Sanches Napitupulu menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak gereja dan seluruh jemaat yang telah memberikan kesempatan kepada jajaran Polda Papua Barat Daya untuk beribadah bersama.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan Minggu Kasih merupakan salah satu program Polri yang bertujuan mendekatkan institusi kepolisian dengan masyarakat melalui komunikasi, kebersamaan, serta kepedulian terhadap berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan masyarakat.
Dalam arahannya, Wakapolda mengajak seluruh jemaat dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Menurutnya, menjelang momentum hari besar keagamaan, seluruh elemen masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk informasi yang tidak benar maupun tindakan pihak-pihak tertentu yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan peran serta dan kerja sama seluruh lapisan masyarakat. Polri tidak akan dapat menjalankan tugas pemeliharaan keamanan secara maksimal tanpa dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.
Oleh karena itu, Wakapolda mengajak seluruh jemaat untuk terus memperkuat rasa persaudaraan, menjaga toleransi antarumat beragama, serta tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya.
Dengan kebersamaan dan kepedulian satu sama lain, diharapkan situasi keamanan di wilayah Papua Barat Daya tetap aman, damai, dan kondusif, baik menjelang Natal maupun seterusnya.
Pada kesempatan tersebut, Wakapolda juga menyampaikan kepada masyarakat mengenai layanan Call Center Polri 110 yang dapat dimanfaatkan secara gratis apabila masyarakat mengalami atau mengetahui adanya gangguan keamanan maupun membutuhkan bantuan kepolisian.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak ragu menghubungi layanan 110 ketika menemukan permasalahan yang berpotensi mengganggu Kamtibmas, sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Layanan tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan cepat, mudah, dan responsif kepada masyarakat.
Selain itu, Wakapolda memberikan perhatian khusus terhadap bahaya minuman keras (miras) yang kerap menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya berbagai tindak kriminalitas dan gangguan keamanan. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas negatif, termasuk mengonsumsi minuman keras secara berlebihan, karena dapat memicu tindakan yang merugikan diri sendiri, keluarga, maupun orang lain.
Menurutnya, upaya menciptakan lingkungan yang aman dan damai harus dimulai dari kesadaran setiap individu untuk menjaga perilaku, menghormati sesama, serta menghindari segala bentuk tindakan yang dapat merusak ketertiban dan keharmonisan masyarakat.
Kegiatan Minggu Kasih ini menjadi salah satu wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan humanis, kegiatan keagamaan, serta komunikasi langsung dengan warga untuk mendengarkan dan menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan kepada pihak gereja sebagai bentuk perhatian dan kepedulian Polda Papua Barat Daya, serta diakhiri dengan foto bersama.
Melalui kegiatan Minggu Kasih tersebut, Polda Papua Barat Daya berharap hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat semakin erat, sehingga tercipta rasa saling percaya, kebersamaan, dan kepedulian dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Barat Daya.
Polda Papua Barat Daya juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga toleransi, memperkuat persatuan, serta bersama-sama menciptakan suasana yang aman, damai, dan penuh sukacita dalam menyambut perayaan Natal 2026. (**/min)





