SORONG — Duka cita mendalam menyelimuti keluarga Mayor Inf Triyana, Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 181/PVT Kodam XVIII Kasuari.

Putera tercintanya Letnan Dua (Letda) Inf Jihad Ahmad Al Rasyid, S.Tr.(Han) meninggal dunia karena diduga tertembak rekan sejawatnya di Satuan Kopassus pada Sabtu (24/10/2026).
Disambut isak tangis mendalam dari keluarga, rekan dan sanak saudara, jenasah alm Letda Inf Jihad tiba di rumah duka di Jln Viktory Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
Jenazah alm Letda Inf Jihad diantar Komandan Grup 2 Kopassus, Brigjen TNI Edwin Apria Candra, bersama istrinya.
Upacara pemakaman berlangsung khidmat dan haru, dihadiri keluarga, kerabat, perwakilan institusi, serta warga masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum, alumni AKMIL tahun 2024 yang dikenal baik dengan siapa pun.
Dilansir media KumparanNews, Kepala Penerangan Kopassus Kolonel Indra Mardianto mengatakan, insiden itu terjadi di gudang senjata.
“Pistol meledak murni unsur kelalaian dan ketidaksengajaan (semua terekam di CCTV),”ungkap Kol Indra.
Ia membantah pemberitaan yang menyebutkan Jihad ditembak rekan sejawatnya saat berada di Surakarta. Ditegaskan tidak ada istilah penembakan karena kalau penembakan kesannya disengaja.
Kol Indra tidak merinci siapa saja yang terlibat dalam insiden itu, namun Ia memastikan kasus tewasnya Letda Inf Jihad segera dilimpahkan ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) Surakarta.
“Rencana besok kasus mulai dilimpahkan ke Denpom Surakarta, sehingga nanti akan diperjelas penyidik Denpom untuk kelanjutan kasusnya,”ujar Kol Indra sebagaimana dikutip KumparanNews.
Almarhum dikenal sebagai perwira muda yang cerdas, berani, rendah hati, dan menjadi kebanggaan masyarakat Papua, khususnya Raja Ampat.
Keberhasilannya menembus jajaran pasukan elit TNI Angkatan Darat telah membuktikan bahwa putra-putra Papua mampu berprestasi dan berkiprah di tingkat tertinggi institusi pertahanan negara, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda Papua lainnya.
Kepergiannya menimbulkan duka yang mendalam sekaligus harapan yang kuat dari masyarakat Papua Barat Daya agar peristiwa ini diusut secara terbuka, transparan, dan tuntas.
Saat jenasah almarhum disemayamkan di rumah duka, dari pihak keluarga minta agar setelah jenasah dimakamkan, tidak lantas kasus ini selsai melainkan keluarga minta diungkap dan diusut hingga tuntas.
“Setiap anak darah Papua yang meninggal secara tidak wajar saat berdinas, harus diusut dengan terang dan tuntas agar mendapatkan keadilan. Jangan biarkan ketidakjelasan membuat kami semakin tidak percaya kepada negeri ini. Dia adalah putra Papua yang berbakti, dan kebenaran harus terungkap demi dirinya dan keluarganya,” ungkap salah satu warga yang hadir di pemakaman. (**/min)





