10 Korban Speedboat Tenggelam di Sorong Selatan Tiba di Kokas, Fakfak

SORONG – Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Sorong, Hidayat mengatakan, pihaknya pada Senin (12/10/2026) menerima informasi dari keluarga korban di Kokas Fakfak, yang menyampaikan bahwa speedboat milik Pemda Kabupaten Fakfak pada Senin sekitar pukul 05.45 WIT tenggelam di sekitar perairan Kampung Siri-siri Distrik Inanwatan Kabupaten Sorong Selatan Papua Barat Daya.

Speedboat yang membawa jenazah Ida Aulia Haremba, staf DPRK Fakfak berhasil dievskuasi. (Foto : Humas SAR)

“Berselang 20 menit kemudian kami memberangkatkan Rescue Boat 221 dari Sorong menuju ke lokasi, jam 09.00 WIT berangkat kemudian jam 19.40 WIT tiba di lokasi, dengan perjanjian bahwa mereka akan menggunakan longboat ke Rescue Boat 221, namun terkendala dengan gelombang dan cuaca dengan adanya kabut asap dan jarak pandang kurang lebih 300 – 500 meter, sehingga rescue boat olah gerak kembali agak mendekat ke darat dan pukul 19.40 WIT rescue boat menurunkan perahu karet untuk mengevakuasi para korban speed boat,” tuturnya.

Kemudian pada hari Selasa (13/10/2026) pukul 00.32 WIT seluruh korban telah dievakuasi ke Rescue Boat 221, dan Rescue boat 221 melanjutkan pelayaran ke Kokas Fakfak, pukul 05.00 WIT rescue boat tiba di Kokas dan seluruh korban selamat diserahkan kepada keluarga

“Speedboat ini menurut kami termasuk layak karena speed boat ini didesain untuk menghadapi gelombang dan speed boat ini dilengkapi 2 buah mesin 250 PK jadi ini konstruksi layak. Penyebab tenggelamnya speed ini kami belum tahu apakah karena bocor, nabrak karang atau apa kami belum tahu,” tegasnya.

Speed boat yang tenggelam itu dilihat oleh masyarakat Kampung Siri-siri pada pukul 07.00 WIT, sehingga seluruh korban yang telah terombang-ambing di laut selama 1 jam 15 menit itu dievakuasi oleh masyarakat menggunakan perahu longboat dibawa ke Kampung Siri-siri yang jaraknya kurang lebih 2,5 mile.

Menurut informasi, Speedboat milik Pemda Fakfak itu dalam perjalanan dari Sorong menuju Kokas Fakfak mengantar jenazah staf DPDK Fakfak, Ida Aulia Haremba.

Di dalam speed boat itu ada 10 POB (person on board) yaitu Badarudin Heremba (anggota DPR Papua Barat), Aroby Hindom (Pj Sekda Fakfak), Arif Rumagesan (Asisten 1 Setda Fakfak), Wa Ode Sahara (Anggota DPRK Fakfak), Kris Ubra (Kabag Umum Setda Fakfak), Kokter (Staf Bagian Umum), Fiky Gredenggo (Staf Bagian Umum), Harun Serburit (pengemudi speed), Anawiah Iha dan M. Ali Heremba.

Sebelumnya dilapotkan speedboat bermesin 250 PK tersebut sebelumnya bertolak dari Kota Sorong pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIT dengan tujuan Kokas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Kapal itu membawa 10 penumpang serta jenazah Ida Aulia Haremba, staf DPRK Fakfak, yang hendak diantar ke daerah tujuan.

Kapolres Sorong Selatan, Praja Gandha Wiratama, mengatakan seluruh penumpang berhasil dievakuasi setelah kapten kapal memutuskan menepi untuk mencari perlindungan akibat kebocoran.

“Terkait dengan peristiwa kebocoran speedboat milik Pemkab Fakfak berpenumpang 10 orang. Selain itu juga membawa jenazah pegawai DPRK Fakfak,” kata Praja kepada wartawan, Senin (12/10/2026).

Menurutnya, kebocoran terjadi di kawasan Tanjung Weriana Kecil, Distrik Inanwatan, ketika speedboat masih dalam perjalanan.

“Speedboat mengalami kebocoran di perjalanan sehingga kapten memutuskan untuk menepi dan mencari perlindungan ke darat. Polres Sorong Selatan baru memperoleh informasi mengenai insiden tersebut pada pagi tadi,” ujarnya.

Kasat Polair Polres Sorong Selatan, Iptu Asmara Jaya, mengatakan personel Polsek Inanwatan telah dikerahkan untuk membantu proses evakuasi penumpang dan jenazah.

Petugas menggunakan perahu untuk mengevakuasi seluruh penumpang dan jenazah menuju Kampung Siri-Siri.

“Anggota polisi di Polsek Inanwatan telah diterjunkan menggunakan perahu untuk melakukan proses evakuasi terhadap para penumpang dan jenazah staf DPRK Fakfak telah dievakuasi menuju Kampung Siri-Siri,” kata Asmara.

Polres Sorong Selatan masih mendalami insiden tersebut. Keterangan kapten kapal dan hasil pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan faktor yang menyebabkan speedboat milik Pemkab Fakfak mengalami kebocoran di tengah perjalanan. (**/min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.